Diancam Bunuh dan Dijebak Wanita Cantik

Pengakuan Mufran Imron
BENGKULU, BE – Ancaman demi ancaman kini dialami anggota DPRD Seluma Mufran Imron. Upaya pembakaran rumahnya di Jalan Sukajadi No 34 RT 7 Kelurahan Penurunan, Rabu lalu (17/10) bukanlah ancaman maupun teror pertama dialaminya. Kini istri dan 3 anaknya pun telah diungsikan ke tempat yang aman.

Saat disambangi wartawan koran ini, Mufran mengungkapkan ancaman mulai dirasakan dirinya dan keluarga sejak menjadi peniup peluit (whistle blower) kasus suap 27 orang dari 30 orang anggota DPRD Seluma. Kasus ini diketahui telah menyeret Bupati Seluma H

Murman Effendi SE SH MH serta mantan Kadis PU Seluma H Erwin Paman ST MM dan Direktur PT PSP Ali Amra ke penjara.
Usai membongkar kasus tersebut, ia dan rekan-rekannya menerima ancaman mulai dari cara halus sampai kasar.

Cara halus misalnya diberikan uang senilai Rp 7,4 miliar dalam  pecahan dolar dan rupiah yang terbungkus rapi dalam sebuah tas bertuliskan Nike saat berada di salah satu hotel di Jakarta.

Uang itu bertujuan agar ia dan rekan-rekannya tak meneruskan kasus tersebut hingga ke KPK. Namun pemberian uang itu ditolaknya.

Ancaman kasar, kata Mufran, dirinya mau ditembak dengan pistol tatkala dirinya berada di Jakarta tahun 2011 lalu. Saat itu mobil yang dikendarainya tengah melintas di kawasan melintas di kawasan Atrium Senen Plaza tiba-tiba dipepeti orang tak dikenal. Pelaku yang mengendarai motor besar langsung mengeluarkan senjata api.

Beruntung dirinya membanting stir ke kanan dan tancap gas hingga pelaku tertipu.

“Ancaman ini sudah sering saya terima termasuk akan dibunuh. Terkadang semua jenis bunga dan tanah pernah berserakan di halaman rumah saya. Foto saya dibungkus dan ditusuk jarum,” ucap politisi yang mendapat perlindungan dari LPSK ini.

Pernah dirinya coba dijebak dengan wanita cantik, cerita Mufran. Kala itu ia dan rekan-rekannya tengah melakukan perjalanan dinas dan menginap di salah satu Hotel di Jakarta.

Tiba-tiba ada seorang yang mengirimkan wanita cantik yang seolah-olah telah mengenal dirinya. Namun sesampai di kamar hotelnya justru wanita tersebut tidak mengetahui sosok dirinya.

Padahal tutur Mufran, ia sempat berpapasan dengan wanita itu.”Saat dia bertanya saya jawab saja jika Mufrannya berada di lantai satu bersama teman-temannya,” ujarnya.

Ancaman dan godaan tersebut, justru membuat Mufran makin bersemangat untuk membongkar semua penyelewengan uang negara yang dia ketahui.

Meski dia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu, bisa saja sewaktu-waktu mengancam keselamatan dirinya dan keluarga. “Saya sangat berkeyakinan jika Tuhan pasti melindungi orang-orang yang mau berbuat baik,” tandasnya.

Pelaku Orang Dekat
Terlepas dari itu aksi percobaan pembakaran rumahnya, menurut Mufran dilakukan orang-orang terdekatnya. Ia pun tak menampik kejadian ini berkaitan erat dengan sejumlah kasus yang diungkapnya.

“Secara akal sehat tidak mungkin tidak sengaja orang datang untuk membakar rumah saya. Apalagi berupaya masuk ke kamar saya. Pastilah orang-orang ini pernah masuk ke rumah,” terangnya.
Ia pun berhadap kepolisian bisa menangkap pelaku pembakar rumahnya.

Atas ancaman ini pula telah dilaporkan ke LPSK.”LPSK telah tiba ke Bengkulu untuk menelusuri kejadian itu,” pungkasnya.(333)