Diamankan, Jerigen dan Mobil Modifikasi

KEPAHIANG, BE – Reaksi cepat diperagakan Polres Kepahiang dalam melakukan pengawasan terhadap rencana kenaikan BBM oleh pemerintah pusat. Seperti pengawasan terhadap pendistribusian BBM di SPBU Pasar Kepahiang, dimana dalam penertiban ini petugas mengamankan 2 mobil dengan tanki bahan bakar modifikasi serta puluhan jerigen yang diduga milik pengunjal. Razia ini dilakukan Polres Kepahiang sekitar 09.00 WIB pada Senin (12/3) kemarin. Kapolres Kepahiang AKBP Sudarno SSos MH melalui Kabag Ops Kompol Max Mariners SIk membenarkan diamankannya dua unt mobil dengan tanki modifikasi dan puluhan jerigen yang diapakai untuk mengisi BBM di SPBU ini. Dimana sebagai antisipasi agar hal serupa tidak terulang kembali, pihaknya sudah menempatkan petugas kepolisian dimasing-masing SPBU di Kepahiang. “Diamankannya dua unit mobil dan jerigen ini karena diduga akan digunakan untuk melakukan penimbunan BBM. Dimana untuk melakukan pengawasan distribusi BBM ini kita juga menempatkan anggota kita di SPBU,” ujar Kabag Ops. Dikatakannya, mobil yang diamankan dari hasil pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya sejak malam yakni mobil Carry Nopol BD 1715 LK dan mobil Sedan dengan Nopol B 2504 CK. Dimana dari penyelledikan pihaknya diketahui mobil modifikasi tersebut bisa berkapasitas BBM hingga 220 liter banyaknya. “Dinatara mobil terseut ada yang kapasitasnya mencapai semuatan drum yakni sekitar 220 liter,” jelas Kabag Ops. Dijelaskannya, pengamanan yang dilakukan oleh pihaknya ini sesuai dengan hasil pelaksanaan rapat koordinasi yang dilakukan oleh pihaknya bersama dengan pihak Pemkab dan warga masyarakat untuk langkah antisipasi menjelang keniakan BBM yang diperkirakan terjadi pada bulan mendatang. “Langkah ini adalah salah satu tujuannya agar masyarakat tertib dan tidak melakukan aksi penimbunan BBM menjelang kenaikan BBM yang diwancanakan akan terjadi bulan mendatang,” tandas kabag ops. Sementara itu, Wakil Bupati Kepahiang Bambang Sugianto SH MH menyampaikan pihaknya sangat mendukung sekali apa yang dilakukan oleh Polres Kepahiang dengan melakukan pengawasan secara langsung pendistribusian BBM di SPBU. Karena menurut wabup pihaknya untuk melakukan penertiban BBM ini sudah mengeluarkan surat edaran (SE) Bupati Kepahiang. “Kita sangat mendukung pengawasan yang dilakukan Polres ini, karena momentum kenaikan harga BBM memang banyak disalah gunakan oleh pihak ketiga untuk melakukan penimbuanan BBM,” ujar wabup. Dirinya juga menyampaikan, pihak Polres untuk tetap konsisten dalam melakukan pengawasan BBM ini. Hal ini agar tumbuh kesadaran dalam masyarakat akan pentingnya budaya mengantri di SPBU sehingga tidak menimbulkan kecurangan dan pertikaian ditengah masyarakat. “Kondisi saat ini memang harus dilakukan pengawasan oleh pihak Polres langsung, karena pemkab disini hanya sebagai fasilitas pengawas komunikasi stok BBM kemasyarakat saja,” tandas Wabup. (505)