Di Lembak, Rampok Makin Merajalela

CURUP, BE – Aksi perampasan kendaraan bermotor di jalan lintas Curup – Lubuklinggau kawasan Lembak semakin merajalela. Dalam satu hari dua warga harus menjadi korban kejahatan.   Peristiwa pertama dialami Sarijo (19) warga Kelurahan Marga Rahyu Kecamatan Lubuk Linggau Selatan Kota Lubuk Linggau, Sabtu (27/10).

Sarijo menjadi korban kejahatan di jalan umum Dusun Gardu Desa Kepala Curup sekitar pukul 08.00 WIB. Kawanan pelaku merampas motor Honda Supra X 125 Nopol BG 4728 HS.  Saat itu korban sedang dalam perjalanan dari Lubuk Linggau ke Curup.

Pelaku yang diduga berjumlah 3 orang itu menggunakan 2 unit motor dan menghentikan laju motor korban secara paksa. Seorang pelaku langsung menghampiri korban dan mengancam korban menggunakan senjata tajam (sajam).

Merasa takut, korban akhirnya memilih untuk kabur dan meninggalkan motornya. Sehingga pelaku dengan leluasa membawa kabur motor korban.
Sore harinya, pukul 15.00 WIB giliran Reza Renaldo (16) warga Desa Sukarejo Kecamatan Satelit Ulu

Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Peristiwa yang dialami pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) itu, diduga aksi perampokan yang dialami oleh korban dilakukan oleh pelaku yang sama.

Modus yang di gunakan kawanan rampok itu sama dengan yang dilakukan saat menggasak sepeda motor milik Sanjio. Apalagi, jumlah pelakunya menurut korban juga 3 orang.

Komplotan ini kembali berhasil mengembat motor Honda Beat nopol BG 4276 GP. Akibat kejadian itu, kedua korban menderita kerugian masing-masing Rp 15 juta dan Rp 12 juta.

Kapolres RL, AKBP. Edi Suroso, SH menegaskan, pihaknya terus bekerja keras mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang diakuinya dalam waktu belakangan ini meningkat. “Kami terus berupaya mengungkap setiap kasus curas yang terjadi.

Kami juga mengimbau agar warga lebih waspada. Khususnya saat melintas lokasi rawan di sepanjang jalan lintas curup – Lubuk Linggau.

Sebaiknya, saat melakukan perjalanan warga melakukan kompoi atau jangan melintas sendirian. Anggota juga sudah kami sebar untuk menyelidiki Identitas pelaku tersebut,” ujar Edi.

Mahasiswa Bergolak
Maraknya aksi kejahatan menimbulkan gejolak di masyarakat Rejang Lebong (RL). Reaksi datang dari kalangan mahasiswa yang mendesak aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas guna mengungkap setiap kasus perampokan, khususnya yang terjadi di jalan lintas kawasan Lembak.

Ketua KAMMI Daerah Rejang Lebong (RL), M Sujud, minggu (28/10), mengatakan, ulah para pelaku perampokan di wilayah hukum RL, terutama di jalan lintas Curup – Lubuk Linggau, benar-benar telah meresahkan masyarakat.

Terlebih tak sedikit pelajar dan mahasiswa yang ikut menjadi korbannya.
Bahkan, tidak sedikit mahasiswa STAIN Curup yang berasal dari luar daerah Rejang lebong, seperti Musi Rawas dan Lubuk Linggau telah menjadi korban.

“Kami minta aparat kepolisian dalam hal ini Polres RL dan jajarannya untuk mengusut tuntas. Ungkap dan basmi semua sarang-sarang pelaku criminal. Khususnya yang kerap beraksi di kawasan perlintasan Lembak.

Aksi komplotan perampok seakan tak terbendung. Ulah mereka sangat meresahkan dan membuat takut pengguna jalan,” tegas Sujud.

Lebih lanjut dikatakan Sujud, sejauh ini situasi di jalan lintas Lembak belum aman, sehingga dapat berpengaruh terhadap rencana pemekaran Lembak menjadi kabupaten sendiri terpisah Kabupaten RL.

Bagaimanapun, menurutnya factor wilayah kondusif akan menjadi salah satu pertimbangan besar pada proses sebuah pemekaran daerah.“Saya yakin kondisi aman di suatu wilayah merupakan factor penentu dalam proses pemekaran Lembak,”ujar Sujud.

Sebagai salah satu bentuk upaya, lanjut Sujud, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar audiensi bersama Kapolres RL dan jajaran. Ia menilai aparat kepolisian pasti mampu dalam memberantas setiap tindak criminal yang terjadi di wilayah tersebut.

“Tidak bias kami bantah, maraknya aksi perampokan yang terjadi di wilayah Lembak sangat memberikan pengaruh pada Mahasiswa. Khususnya yang berasal dari Musirawas dan Lubuk Linggau,” ujar Sujud.

DPRD Panggil Polres
Sementara keprihatinan datang dari lembaga legislatif.  Dalam waktu dekat, DPRD Kabupaten RL akan segera mengundang jajaran Polres RL untuk membahas terkait situasi keamanan RL yang sudah membuat masyarakat tidak nyaman beraktivitas, khususnya di jalur lintas Curup-Lubuklinggau.

“Hampir setiap hari kita dengar ada aksi kejahatan, hal ini jelas memberikan ketidak nyamanan kepada masyarakat,” kata anggota DPRD RL Herizal Apriansyah, S.Sos

Rencana untuk mengundang jajaran Polres RL tersebut, sambung Herizal, untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi Polres RL untuk menciptakan keamanan di RL khususnya jalan lintas Curup-Lubuklinggau.

“Kalaulah memang perlu di buat pos keamanan, kita akan bahas sehingga tahun 2013 Polres RL sudah memiliki fasilitas pendukung untuk menciptakan kamtimbas untuk masyarakat aman beraktifitas,” katanya.

Dibagian lain, Herizal mendesak Polres RL segera bisa menangkap para pelaku kejahatan yang kerap beraksi, dan wakil rakyat juga meminta masyarakat baik tokoh agama dan tokoh adat bisa membantu menciptakan kamtimbmas yang diharapkan.

“Tanggung jawab menciptakan keamanan ini tidak bisa dibebankan kepada polisi saja, masyarakat harus ikut membantu upaya penegakan hukum ini,” pinta Herizal. (999)