Di Bengkulu Selatan, Nama Komisioner Bawaslu Dicatut Dukung Bacakada

Yogi: Saya Minta Maaf, Itu Tidak Sengaja

LAPOR: Komisioner Bawaslu saat melapor ke Gakkumdu lantaran namamya dicatut dukung pasangan calon.

KOTA MANNA, bengkuluekspress.com – Salah satu komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkulu Selatan (BS), namanya dicatut oleh salah satu pasangan bakal calon kepala daerah (bacaka) yakni pasangan Yogi-Suhirman. Tidak terima namanya dicatut, yang bersangkutan yakni Erina Oktriani SPd melapor ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) BS.  Ketua Bawaslu BS, Azes Digusti Skom membenarkan telah menerima laporan tersebut.

“Laporan sudah kami terima tadi siang (kemarin red),” katanya.

Dikatakan Azes, dalam laporan tersebut, Erina mengaku foto kopi KTP Elektronik miliknya dicatut mendukung pasangan Yogi-Suherman. Padahal dirinya tidak pernah menyerahkan foto kopi KTP untuk mendukung pasangan Bacaka di BS. Diketahuinya adanya dukungan tersebut, sambung Azes, saat Erina melakukan pengawasan pengecekan dukungan tambahan untuk pasangan Yogi-Suherman, Senin (27/7) malam. Saat itu dirinya kaget ternyata fotokopi KTP-nya ada diantara belasan ribuan fotokopi KTP yang diserahkan pasangan tersebut melalui tim LO nya ke KPU BS.

“Yang bersangkutan merasa tidak pernah menyerahkan dukungan KTP dengan calon manapun dan meminta Gakkumdu memprosesnya secara hukum,” ujarnya.

Adanya laporan tersebut, sambung Azes, anggota Gakkumbu BS yang terdiri dari gabungan Bawaslu, Kejaksaan dan Polres BS langsung menindaklanjutinya dengan menelusuri kebenaran informasi tersebut.

“Laporan langsung kami tindaklanjuti, dalam waktu dekat kami akan undang pasangan Yogi-Suherman untuk konfirmasi terkait laporan tersebut,” ujarnya.

Sementara bakal calon bupati BS, Yogi Primadani ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa itu bukanlah kesengajaan. Dan secara pribadi, ia pun sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Erina.

”Kita akan ikuti prosesnya. Saya juga sudah menyampaikan permohonan maaf secara pribadi ke Bu Rina (Erina Oktriani SPd), terkait KTP-nya yang masuk dalam daftar pendukung kami. Proses pengumpulan KTP kami melibatkankan banyak orang dan dalam waktu yang sangat singkat, wajar sekali jika tim kami teledor dan tidak sempat melakukan pengecekan dulu. Tapi saya pastikan itu tidak disengaja dan bukan tidak mungkin juga ada oknum yang sengaja ingin menjebak kami dengan memanfaatkan kelengahan kami. Insya Allah semua akan baik-baik saja, karena saya yakin memang tidak ada niat dari tim kami untuk lakukan itu,” jelas Yogi Primadani. (asri)