Dewi Coryati Sosialisasi Empat Pilar di SMAN 11 Kota Bengkulu

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Kota Bengkulu, Sabtu (23/09/2017). Sosialiasi ini diikuti oleh 150 siswa dan guru di sekolah tersebut.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika perlu terus disosialisasikan agar masyarakat selalu ingat arti pentingnya pilar dalam berbangsa dan bernegara.

“Empat pilar kebangsaan harus dipegang teguh agar negara kesatuan tetap terpelihara,” kata Dewi yang sudah dua periode duduk sebagai wakil rakyat di Senayan.

Lebih dari itu, melalui sosialisasi empat pilar berbagai konflik yang sedang maupun yang akan terjadi di negeri ini agar dapat diredam atau diselesaikan dengan baik.

“Karena itu harus kita cegah pengaruh-pengaruh negatif dengan pembekalan dan pemahaman empat pilar MPR,” ungkapnya.

Dikatakan Dewi, empat pilar kebangsaan memang harus disosilaisasikan sedari dini. Oleh karena itu, dirinya rutin berkunjung ke sekolah – sekolah baik tingkat SD, SMP maupun SMA.

“Selain menyerap aspirasi sesuai mitra kerja kita di Komisi X. Sosialisasi empat pilar juga rutin kita lakukan kepada para siswa dan guru di sekolah – sekolah,” tambah Dewi.

Terlihat para siswa dan guru terlihat antusias mengikuti sosialisasi. Para siswa juga diberikan ruang untuk berinteraksi langsung dengan Anggota DPR RI dapil Bengkulu ini.

Dengan memegang teguh empat pilar kebangsaan diyakini para siswa khusunya remaja tidak akan mudah terjerumus ke hal – hal negatif seperti narkoba dan paham radikal. Para siswa juga diimbau untuk terus melakukan kegiatan positif seperti mengikuti ekstrakulikuler dan kegiatan luar sekolah yang bermanfaat bagi perkembangan anak.

Berdasarkan amanah UU No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3), MPR RI memiliki kewenangan untuk melakukan sosialisasi empat pilar untuk pembentukan karakter bangsa. Nilai-nilai 4 pilar yang semestinya menjadi benteng kedaulatan dan keutuhan untuk generasi mendatang saat ini sudah mulai lemah. Terbukti banyak generasi bangsa (pelajar) sangat minim memahami nilai-nilai 4 pilar tersebut. (Dil)