Dewan Sidak Tiga Perusahaan

Dewan sidak ke perusahaan dan pabrik di Babatan Kabupaten Seluma.

SUKARAJA,Bengkulu Ekspress – Pimpinan DPRD bersama dengan anggota Komisi III DPRD Seluma, siang selasa (18/2), melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke 3 perusahaan.

Mereka mendatangi tiga perusahaan untuk mengecek masalah tenaga kerja yang ada. Karena berdasarkan laporan masyarakat, perusahaan tersebut belum mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Sidak dipimpin oleh Ketua DPRD, Seluma Nofi Erian Andesca SSos, Waka I Sugeng Zonrio SH serta Ketua Komisi III Dodi Sukardi SE dan beberapa anggota.

Seperti Tenno Heika SSos MM, Neri Gustiani, SSos, Yudi Harzan SH MH dan Burman. Rombongan DPRD Seluma pertama kali mendatangi ke PT Buana Bengkulu Makmur membuka usaha di Kelurahan Babatan.

Pabrik pembuatan kasur merek Bigland tersebut sudah beroperasi sejak 2019. Kemudian dari total tenaga kerja sebanyak 48 orang, hanya 27 orang yang pekerja lokal.

Pjs Kepala PT Bengkulu Buana Makmur, Suhartono mengatakan, pihaknya memang tidak merekrut seluruh pekerja dari lokal.

“Dari jumlah 48 memang hanya 27 yang lokal, namun lokal maksudnya bukan dari Seluma tapi dari Provinsi Bengkulu,” tegasnya.

Untuk masalah perizinan lainnya, Suhartono menjelaskan, sudah melengkapi serta sudah ada izin dikeluarkan oleh Pemkab Seluma sebelum mereka beroperasi sejak tahun 2019.”Kalau perizinan lainnya semuanya lengkap, sebelum beroperasi kami sudah melengkapinya,” tegasnya.

Rombongan pimpinan DPRD Seluma dan anggota kemudian menuju ke PT Coca Cola. Salah satu gudang ini saat ini belum sama sekali mempekerjakan warga lokal. Bahkan beberapa perizinan juga belum dilengkapi.

Sehingga pimpina DPRD Seluma meminta agar mereka segera melengkapi izin dan juga segera merekrut warga Kelurahan Babatan.

Kepala gudang PT Coca Cola, Agung Kurniawan membeberkan, saat ini mereka masih menunggu pimpinan.”Saat ini memang kami belum merekrut karyawan, karena memang aktivktas bongkar muat belum maksimal, jadi hanya beberapa orang pekerja saja,” tegasnya.

Namun lucunya, Agung Kurniawan menerangkan, dirinya belum mengetahui apakah semua perizinan gudangnya lengkap atau tidak.

Setelah dari perusahaan PT Coca Cola, rombongan DPRD Seluma mendatangi PT Giass yang bergerak di bidang distributor rangka baja dan keramik di Kelurahan Babatan. Mereka salah satu perusahaan besar di Kabupaten Seluma saat ini, namun semua perizinan yang ada saat ini ada di kantor pusat di jalan Salak Kota Bengkulu.

“Maaf pak kalau izinnya tidak kami simpan di kantor ini,tapi di kantor pusat di Jalan Salak,” tegas Wiwit, selaku Kepala Operasional PT Giass.

Menanggapi sejumlah perizinan dan kondisi perusahaan yang belum mempekerjakan masyarakat lokal, Ketua DPRD Seluma, Nofi Erian Andesca SSos mengatakan, pihaknya meminta agar semua perusahaaan segera melengkapi izin mereka.

Kemudian juga 70 persen tenaga kerja harus berasal dari lokal.”Setelah kami cek, ternyata ada yang belum lengkap izinnya, kemudian izinnya berkasnya tidak ada di kantor serta pegawainya bukan dari Seluma,” tegasnya.

Sehingga DPRD Seluma akan meminta kepada semua perusahaan untuk hadir saat diundang. “Kami akan layangkan surat panggilan untuk kemudian menggelar hearing bersama,” pungkas Nofi. (333)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*