Dewan Sidak Krisis Air Bersih di 7 Desa Pematang Tiga

KARANG TINGGI, BE – Terjadinya krisis air bersih di 7 Desa Kecamatan Pematang Tiga, mendapat perhatian serius Komisi III DPRD Benteng. Terlebih krisis air bersih ini bukan hanya disebabkan musim kemarau, tapi juga dipicu oleh aktifitas perusahaan tambang batubara. Rencananya, besok Rabu (3/10) Komisi III bakal mengecek langsung susutnya air 3 sunagi di Pematang Tiga tersebut. Sekaligus mendatangi perusahaan pertambangan terkait.

“Kami rencananya Sidak langsung mendatangi lokasi di desa itu, tujuannya untuk mencari solusi dan jalan keluar masalah krisis air bersih ini,” kata Ketua Komisi III, H Rahmat Ali.

Diakui Rahmat Ali selama ini kasus tersebut menggantung, tidak ada penyelesaian dari pihak perusahaan. Padahal sebelumnya, sudah ada perjanjian atau kesepakatan keduabelah penyelesaian masalah itu.

“Sebelumnya memang ada perjanjian, namun perusahaan tidak memenuhi kesepakatannya. Warga pun protes dan kami perlu turun tangan,” kata Rahmat.
Warga 7 desa di Pematang Tiga mengeluh terjadinya krisis air bersih di desa mereka. Krisis air itu diduga akibatĀ  pengerukan batubara di pangkal sungai oleh perusahaan tambang. Sehingga warga menuntut adanya perbaikan ganti rugi berupa pembangunan dam air bersih untuk warga.

Saat ditanya adakah sanksi yang diberikan pada perusahaan yang melanggar perjanjian itu, Rahmat Ali belum mau membahasnya. Sebab masalah ini belum dibahas ditingkatan Pemkab dan Dewan. “Kami belum berani bicara sanksi kaena masih harus diselidiki, dan masih mencari solusi yang terbaik,” tandasnya (122)