Dewan Sidak Data Dispendik

 

RIO-DEWAN-PROV-SIDAK-KE-DIKNAS-PROV-2BENGKULU, BE -Anggota Komisi 4 DRPD Provinsi Bengkulu, yang membidangi pendidikan kemaren melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke Dispendik Provinsi Bengkulu. Mereka antara lain, Sefti Yuslina, Ichsan Nahromi, Parial serta Ahmad Ismail dan anggota lainnya.

Dalam sidak kemarin dewan meminta Dispendik menyerahkan data-data seputar pendidikan, mulai dari data meubeler sekolah, proyek bermasalah, hingga program Dispendik 2013. Kegiatan ini dilakukan oleh para wakil rakyat ini sebelum menyelenggarakan reses ke Dapil (Daerah pemilihan) masing-masing.

Para anggota dewan ini langsung diterima oleh Kepala Dispendik Provinsi, DR Syafruddin AB
“Sebelum kita turun menyerap aspirasi masyarakat, kita harus tahu dulu pencapaian realisasi dibidang pendidikan ini,” ungkap Parial SH disela-sela Sidak kemarin.

Tentunya data valid yang dimiliki oleh Dispendik sangat penting untuk diberikan ke masyarakat. Seperti jumlah pengadaan meubler sekolah, baik yang telah direalisasikan maupun akan dianggarkan ditahun 2013 ini.

“Kawan-kawan akan ke daerah ingin melihat sekolah-sekolah, jangan hanya negeri atau swasta saja. Saya didatangi untuk mengecek masalah tender pembangunan gedung, seperti diseluma karena masyarakat tidak memberikan lahan,” terangnya.

Tak hanya itu saja, Dispendik juga diminta segera menyampaikan daftar program rumah pintar dan lokasi yang mendapatkan program ini. Selain itu diKabupaten bengkulu utara, akan memberikan bantuan SMK Keterbakatan. Ini bantuan dari Kementerian Pendidikan Direktorat SMK, khusus untuk olah raga.

Sementara itu, Kadispendik Provinsi Bengkulu, DR Syafruddin AB SE MSi menyatakan segera memberikan data yang diinginkan oleh anggota DPRD tersebut. Hanya saja data tersebut baru sebatas tingkat SMK saja. Sedangkan ditingkatan lainnya, untuk data meubeler SD danSMP belum bisa diberikan. Karena jumlahnya sangat banyak.

“Kami sudah sampaikan untuk paket kegiatan yg putus kontrak, akan kita lanjutkan melalui APBD-P. Dengan catatan APBD-P lebih dini disahkan dan dicairkan,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukan agar program yang sudah berjalan, tidak terputus dan dapat diselesaikan dengan cepat. Terkait program tahun 2013, Syafruddin berharap anggaran pendidikan dapat lebih menyentuh masyarakat dan dapat mengembangkan potensi, sarana dan prasarana yang telah ada. (128)