Dewan Provinsi Bengkulu Janji Perjuangkan Kesejahteraan Petani Bengkulu

Perwakilan BEM Nusantara bersama anggota DPRD Provinsi Bengkulu awsang melakukan diskusi bersama terkait kedatangan perwakilan BEM Nusantara yang mengawal tuntutan pada unjuk rasa 25 September lalu.

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan petani di Bengkulu. Hal ini terungkap saat hearing antara DPRD Provinsi Bengkulu dengan mahasiswa dari BEM Nusantara Perwakilan Bengkulu, di ruang rapat Sekretariat DPRD Provisni, Rabu (2/10/2019).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi menyampaikan, tuntutan mahasiswa dari BEM Nusantara ditindalanjuti dengan disampaikan ke DPR RI. Terkait pertanian, itu memang akan kita perjuangkan. Karena bagaimanapun, petani di Bengkulu harus disejahterakan.

“Kita akan perjuangkan itu. Hanya saja untuk anggaran di 2020 itukan sudah ditandatangani KUAPPAS-nya antara legislatif yang lama dan eksekutif. Jadi tidak mungkin penambahan anggaran di APBD murni. Tetapi mungkin ada penambahan, tapi di APBD Perubahan dan itu akan kita perjuangkan,” sampai Edwar.

Dalam hearing bersama mahasiswa yang tergabung BEM Nusantara Perwakilan Bengkulu, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Renjes menyampaikan, komoditi di Bengkulu harganya memang lebih murah dibandingkan provinsi tetangga khususnya karet dan sawit.

Karena itu, memang harus ada langkah kongrit untuk mengatasi hal tersebut.

“Inilah tujuan utama khususnya saya ingin menjadi anggota dewan dan sekarang telah dilantik jadi dewan. Basic saya ini petani dan tentu saya akan berpihak kepada petani. Nanti jika ada hearing dengan OPD terkait, maka anak-anak mahasiswa yang peduli dengan nasib petani akan kami undang. Karena sumbang saran anak-anak mahasiswa tentu akan dibutuhkan dalam meningkatkan kesejahteraan petani,” sampai Renjes.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Provinsi Bengkulu lainnya, Badrun Hasani. Menurut Badrun, untuk mengatasi persoalan harga sawit dan karet. Maka harus ada pembangunan pabrik-pabrik baru. Sehingga bisa menimbulkan persaingan harga antara perusahaan pabrik.

“Jika pabriknya sedikit harganya bisa dimonopoli oleh pabrik-pabrik itu. Tapi kalau pabriknya banyak, tentu tidak bisa lagi monopoli harga. Lagian kalau pabriknya banyak, masyarakat petani bisa punya banyak pilihan dalam menjual hasil pertaniannya khususnya karet dan sawit. Sebab di provinsi tetangga, harganya mahal ya itu salah satu alasan kenapa bisa harganya tinggi dibandingkan di Provinsi Bengkulu,” tutup Badrun.

Sementara Korlap BEM Nusantara Perwakilan Bengkulu, Wandi Candra meminta DPRD Provinsi Bengkulu betul betul memperjuangkan nasib petani. Sambung Wandi, DPRD Provinsi Bengkulu memiliki tanggungjawab dan ranah kerjanya perwakilan rakyat yang ada di daerah.

“Harga sawit, karet, kopi dan komoditi pertanian lainnya di Bengkulu ini anjlok. Bagaimana petani di Bengkulu ingin menyekolahkan anak-anak mereka, untuk makan saja sulit. Karena semua komoditi anjlok khususnya kopi, sawit dan karet termasuk harga sahang. Kami berharap melalui kewenangan yang dimiliki DPRD Provinsi Bengkulu, anggarkan anggaran untuk membantu petani. Selain itu, putuskan kebijakan yang berpihak kepada petani,” paparnya.(HBN)