Dewan Minta Stop Bangun Jembatan

KEPAHIANG, BE – Pembangunan kembali jembatan di jalan Ketapang Kelurahan Dusun Kepahiang dinilai bakal tak bermanfaat. Sebab di sebelah pembangunan jembatan tersebut sudah ada jembatan yang telah selesai dibangun sejak setahun lalu. Komisi III DPRD Kepahiang pun meminta pembangunannya dihentikan.

Setelah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pembangunan jembatan tersebut, kemarin.

Pantauan BE, Komisi III DPRD Kepahiang langsung didampingi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kepahiang (Gemapek) dan 2 orang anggota Satuan Intel Polres Kepahiang. Di lokasi proyek tampak pekerja sudah memulai pembangunan jembatan dengan biaya sebesar Rp 783,09 juta sumber dana APBD yang ditarget selesai 24 Desember mendatang.

Anggota Komisi III DPRD Kepahiang Hariyanto SKom mengatakan, Sidak ini dilakukan setelah pihaknya menerima laporan langsung dari warga setempat yang tidak setuju pembangunan jembatan itu.

“Warga berangapan pembangunan jembatan tersebut nantinya mubazir dan hanya terkesan pemborosan anggaran saja. Artinya secara tidak langsung jembatan ini belum layak untuk dibangun,” kata Hariyanto.

Dikatakannya, selain itu juga menurut laporan warga jembatan itu perencanaan awalnya tidak dibangun di jalan Ketapang ini, melainkan di Gang Devita. Jika melihat kondisi yang ada seharusnya pembangunan jembatan tersebut memang belum layak dilakukan.

“Kita dari dewan juga mendesak pihak pelaksana untuk menghentikan pembangunan sehingga ada kejelasan. Memang ketika mendapat laporan dari warga yang sudah menghubungi pihak Dinas PU tapi tidak ada penjelasan,” kata Hariyanto.

Sementara itu, kepala tukang pembangunan jembatan mengatakan, pengerjaan jembatan ini sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Yang mana jembatan ini nanti memiliki panjang sekitar 19 meter dan lebar sekitar 5 meter.

“Di sini kita hanya mengerjakan saja untuk hal lainnya tidak terlalu mengetahui. Jika warga beranggapan karena di sini batu tidak mesti beli itu salah anggapan karena dalam pengerjaannya material seperti batu akan dibeli,” jelasnya tanpa mau menyebutkan nama.(505)