Dewan Minta Percepat Pengisian Kursi Wagub

ILUSTRASI Caleg
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setelah lama kosong jabatan wakil gubernur (wagub) Provinsi Bengkulu, akhir DPRD Provinsi mengirimkan surat kepada Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah untuk mendesak segara dilakukan pengisian jabatan wagub tersebut.

Pengiriman surat yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Provinsi Ihsan Fajri Ssos tanggal 6 Mei itu, tidak hanya ditunjukan ke Gubernur Bengkulu, tapi juga ditinjukan ke pimpinan empat partai politik (parpol) pengusung, yaitu Hanura, PKB, Nasdem dan PKPI.

“Surat sudah disampaikan, artinya kita minta segara ditindaklanjuti,” terang Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi SP kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (8/5).

Dijelaskannya, surat yang dilayangkan sejak tanggal 6 Mei ke gubernur itu, berlaku sampai dengan 15 hari, yaitu tanggal 21 Mei mendatang. Jika dalam waktu 15 hari tersebut, tidak juga dikirimkan dua nama cawagub maka DPRD Provinsi akan segara melaporkan hal tersebut ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Kami akan datangi Mendagri, untuk masalah ini,” paparnya.

Untuk itu, mekanismennya, parpol mengirimkan calon wagubnya ke gubernur. Nantinya, gubernur akan memilih dua nama ke DPRD Provinsi. Ketika dua nama tersebut telah dikirimkan, maka DPRD akan memilih satu nama wakil gubernur. Baik itu secara musyawarah mufakat, maupun jalan terakhir voting. “Jadi tidak mungkin parpol itu tidak mengirimkan nama. Karena kalau tidak mengirimkan perwakilan namanya, maka akan rugi untuk parpol tersebut,” tambahnya.

Jonaidi mengatakan, untuk mempersiapkan dua nama itu dikirim ke DPRD Provinsi. Maka dalam waktu dekat ini, DPRD Provinsi akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas pemilihan cawagub di DPRD Provinsi. Dengan demikian, proses pemilihan nantinya bisa berjalan sesuai dengan mekanismen. “Dalam minggu ini, kita akan langsung bentuk Pansusnya,” beber Jonaidi.

Ditegaskanya, jabatan wagub itu memang sangat dibutuhkan, agar kinerja pemerintahan berjalan maksimal. Kondisi saat ini, banyak program yang belum berjalan. Seperti lelang saja, hanya sedikit yang sudah berjalan. Belum ditambah lagi kegiatan event yang digelar pemprov banyak sekali.

Gubernur tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan kinerja tersebut. “Gubernur ini butuh pendamping kerja. Tidak bisa semua kerja itu diserahkan ke Sekda. Kita juga lihat pembinaan OPD juga masih bekerja lamban, itulah peran wagub itu sangat penting,” ujarnya.

Ketika bencana alam terjadi di Provinsi Bengkulu, Jonaidi mengungkapkan gubernur seolah bekerja sendiri. Penanganan yang harusnya bisa cepat dilakukan, tidak bisa maksimal. Karena semua membutuhkan kebijakan gubernur. Belum lagi, gubernur yang disibukan dengan kerjasama antar provinsi yang juga harus dilakukan. “Posisi wakil gubernur ini harus diisin, itu perintah UU,” tutur Jonaidi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Bengkulu, Herliardo SAg mengatakan, untuk surat tembusan dari DPRD Provinsi Bengkulu belum diterima oleh pengurus PKB. “Kalau surat itu, kami belum terima,” ujar Herliado.

Untuk mengirimkan nama cawagub sendiri, PKB juga belum bisa memutuskan siapa nama yang akan diusulkan. Pihaknya juga harus bertemu dengan semua parpol pengusung, untuk bermusyawarah cawagub seperti apa yang akan disampaikan ke gubernur. “Intinya kami harus rapat dulu dengan parpol pengusung. Karena tidak bisa sendiri-sendiri,” tambahnya.

Disamping itu juga, parpol juga menginginkan kriteria seperti apa yang diinginkan oleh gubernur. Sehingga ketika diusulkan, gubernur tidak perlu lagi salah dalam memilih pendamping. “Nanti kami kirim-kirim saja, gubernur tidak mau. Kan kita harus tau, orang seperti apa yang diinginkan. Sehingga hadirnya wagub tersebut benar-benar bisa membantu pemerintahaan, tidak merecoki kinerja gubernur,” tandas Herliardo.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, setuju kekosongan jabatan wagub untuk segera diisi. “Prinsip saya sepakat jabatan Wakil Gubernur untuk segera diisi,” ujar Rohidin. Mekanismenya, lanjut Rohidin, Partai politik atau gabungan parpol mengusulkan 2 orang calon kepada DPRD melalui Gubernur untuk dipilih melalui rapat paripurna DPRD. Untuk itu, dirinya akan segera lakukan komunikasi dengan parpol pengusung Ridwan Rohidin.

“Saya akan kembali melakukan konsolidasi dengan partai pengusung sebagaimana telah saya lakukan beberapa saat yang lalu,” paparnya.

Terkait kriteria, Rohidin menegaskan calon wagub sepenuhnya dipercayakan kepada partai pengusung. Dirinya yakin pilihan parpol yang diusulkan, adalah orang yang mampu bekerja profesional dan berintegritas. “Usulan nama itu ranahnya parpol atau gabungan parpol pengusung, saya tunggu saja dua nama yang akan diusulkan nanti dan kemudian saya sampaikan ke DPRD. Perempuan atau laki-laki sama saja, dari suku mana saja saya kira tidak masalah. Intinya yang bisa bersinergi membangun Bengkulu, kita masih banyak target” tandas Rohidin. (151)