Dewan Minta Pemkot dan Bank Bengkulu Tetap Bekerjasama Gunakan Tapping Box

FOTO IMAN/ BE – Waka I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi SE.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Berhenti beroperasinya tapping box yang memonitor langsung pemasukan pajak yang terpasang di beberapa tempat usaha di Kota Bengkulu berpotensi menimbulkan pengurangan PAD 2021. Untuk itu, DPRD Kota Bengkulu meminta agar pihak pemkot berkomunikasi dengan Bank Bengkulu sebagai penyedia tapping box untuk menggunakan kembali tapping box demi kepentingan yang berskala besar.

“Potensi penghasil PAD terbesar ini kan dari tapping box, artinya kita berharap pihak Bapenda untuk berkomunikasi dengan pihak Bank Bengkulu, dan Bank Bengkulu juga harus melihat skala lebih besar kepenting ini untuk berbangsa dan bernegara. Artinya tidak semata-mata ini bisa diputuskan kontrak ini atau dialihkan. Kita berharap program ini bisa tetap berjalan, apalagi ini program dari KPK langsung mereka untuk peningkatan PAD kita,” jelad Waka I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi SE, Senin (12/04).

Pihak DPRD Kota Bengkulu berharap pihak Bapenda dan Bank Bengkulu duduk bersama untuk membahas terkait tapping box untuk melanjutkan kerja sama ini ke depannya. Mengingat pengalihan Kasda dari Bank Bengkulu ke Bank BSI ini membutuhkan waktu untuk pengadaan kembali untuk menyediakan tapping box tersebut.

“Takutnya dalam proses pengadaan kembali itu memakan waktu sampai satu tahun kan rugi. Dalam satu tahun ini kita tidak bisa mengawal PAD kita dengan baik. Harapan saya kedua belah pihak duduk bersama dan nanti kita harapkan Bank Bengkulu bisa ambil kebijakan juga agar ini bisa tetap dilanjutkan,” sambung Marliadi.

Menurutnya hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya potensi kebocoran PAD di lapangan. Mengingat pentingnya tapping box yang sangat membantu untuk meningkatkan PAD Kota Bengkulu. (Imn)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*