Dewan Minta Pemkab Data Situs Kebudayaan

CURUP, Bengkulu Ekspress – Menyikapi rusaknya salah satu situs budaya di Kabupaten Rejang Lebong akibat kegiatan tambang galian C di Desa Seguring Kecamatan Curup Utara, Wakil Ketua sementera DPRD Rejang Lebong, Surya ST meminta Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui dinas terkait untuk melakukan situs budaya yang ada di Rejang Lebong. “Agar tidak terjadi lagi rusaknya situs budaya di Rejang Lebong, maka sudah seharusnya dinas terkait melakukan pendataan dan pemberian tanda,” sampai Surya yang juga merupakan tokoh masyarakat Rejang saat dikonfirmasi Rabu (25/9) kemarin.

Dengan adanya pendataan dan diberi tanda, maka menurut Surya bisa meminimalisir bahkan bisa mencegah aksi pengrusakan situs-situs budaya yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Selain itu, Surya juga mengingatkan para pelaku usaha yang akan membuka usaha di Kabupaten Rejang Lebong terutama yang berasal dari luar-luar Rejang Lebong untuk melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar sebelum melakukan usaha. Hal tersebut penting agar dalam menjalankan kegiatan usaha tersebut tidak mengganggu kepercayaan atau kearifan lokal masyarakat setempat.

“Alasan mereka kan karena tidak tahu, seharusnya mereka koordinasi dulu dengan masyarakat sekitar, karena dengan koordinasi dengan masyarakat maka mereka akan tahu apa yang boleh dan tidaknya,” tambah Surya.

Hanya saja, menurut Surya ia secara pribadi tidak percaya bahwa rusaknya situs Punjung Beteu di pinggir aliran Sungai Musi Kejalo tersebut karena ketidaktahuan para pekerja atau pemilik usaha. Karena menurut Surya, situs tersebut selama ini terjaga oleh masyarakat serta banyak masyarakat yang sering datang ke sana.”Tidak mungkin mereka tidak tahu kalau itu situs budaya masyarakat, satu pasti masyarakat sekitar sering datang kesana, kedua situs itu terawat,” papar Surya.

Di sisi lain, Surya juga mengungkap jauh sebelum rusaknya situs budaya Punjung Beteu, masyarakat sekitar lokasi tambang baik area persawahan maupun perkebunan kerap mengeluhkan serbuk-serbuk aspal dari asphalt mixing plant (AMP) atau alat pengolah aspal yang kerap mengotori persawahan maupun perkebunan warga.



Terkait dengan permasalahan yang terjadi di tambang batu tersebut, Surya mengaku dalam waktu dekat ini DPRD Rejang Lebong juga akan meninjau langsung lokasi PT Pakita Mandiri Pratama untuk mencari solusi dari keluhan warga tersebut yaitu selain hancurnya situs budaya mereka juga serbuk aspal yang meresahkan warga.”Kita akan agendakan melihat langsung aktifitas disana, karena ini merupakan bagian dari keluhan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan rusaknya situs budaya Punjung Beteu sendri, menurut Surya sangat wajar bila masyarakat sekitar marah. Karena menurut Surya, situs tersebut dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat awal lelulur mereka, khususnya masyarakat Suku Rejang yang berada di Kawasan Desa Suguring, Cawang Lama hingga Duku Ulu.

Sebelumnya, Bupati Rejang Lebong DR H A Hijazi SH MSi saat melakukan sidak kelokasi tambang galian C yang ada di Desa Seguring Kecamatan Curup Utara, juga telah memerintah dinas terkait untuk melakukan pendataan situs-situs budaya di Kabupaten Rejang Lebong khususnya yang lokasinya dekat dengan lokasi tambang. Hal tersebut menurut bupati penting agar tidak terjadi lagi rusaknya situs budaya di Kabupaten Rejang Lebong.(251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*