Dewan Minta Evaluasi UKPBJ

Foto : IST

CURUP, Bengkulu Ekspress – Terkait dengan aksi protes sejumlah pengusaha jasa konstruksi ke kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemkab Rejang Lebong, Ketua DPRD Rejang Lebong, M Ali ST meminta agar personil yang ada di UKPBJ Rejang Lebong dievaluasi.

“Melihat apa yang disampaikan oleh para kontraktor terkait dengan proses lelang di UKPBJ Rejang Lebong, kami meminta agar personil disana (UKPBJ) dilakukan evaluasi,” sampai Ali.

Terlepas menurut Ali, apakah kesalahan yang terjadi ada di UKPBJ Rejang Lebong atau justru di para personilnya. Karena menurut Ali, bisa jadi kesalahan yang terjadi tersebut karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditempatkan di UKPBJ Rejang Lebong tersebut tidak sesuai dengan bidangnya. “Kami minta dievaluasi, karena bisa jadi SDM yang ditempatkan disana tidak sesuai dengan bidangnya,” tambah politisi Gerindra tersebut.



Sementara itu, terkait dengan aksi protes yang dilayangkan oleh sejumlah kontraktor pada Jumat (26/10) lalu. Ali menyatakan dukungannya kepada para kontraktor untuk dicari kebenaran atas permasalahan yang disampaikan para kontraktor. “Terkait dengan protes yang disampaikan para kontraktor ke UKPBJ, kami sangat mendukung untuk dicari kebenarannya,” sampai Ali.

Menurut Ali, dengan adanya aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah kontraktor tersebut maka harus dicari titik permasalahannya. Karena menurutnya jangan sampai dari sejumlah kegiatan lelang yang dilakukan di UKPBJ Rejang Lebong tersebut merugikan sejumlah pihak, terlebih lagi merugikan negara. “Saya harap pihak-pihak terkait menyikapi masalah ini, agar kita mengetahui titik terang dari masalah ini,” tambah Ali.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, sejumlah pengusaha jasa kontruksi mendatangi kantor UKPBJ Rejang Lebong pada Jumat pagi. Mereka menanyakan lantaran adanya dugaan aksi nepotisme dalam proses lelang yang dilaksanakan oleh UKPBJ Rejang Lebong terhadap sejumlah paket proyek pembangunan fisik di Kabupaten Rejang Lebong.

Mereka menduga adanya aksi nepotisme dalam proses lelang tersebut, karena terdapat sejumlah kejanggalan, mereka mencontohkan panitia lelang tidak memenangkan penawar terendah padahal secara persyaratan penawar terendah tersebut sudah memenuhi persyaratan, panitia justru memenangkan penawar yang sesuai dengan harga yang diumumkan oleh panitia. (251)