Dewan Kritisi Infrastruktur Rusak

Pembangunan fisik sejumlah infrastuktur yang baru dilaksanakan di kabupaten Seluma

TAIS, Bengkulu Ekspress – Pembangunan fisik sejumlah infrastuktur yang baru dilaksanakan di kabupaten Seluma, kini sudah banyak ditemukan dalam kondisi rusak. Salah satunya ada jalan yang baru dua bulan diselesaikan pekerjaannya sudah rusak.
Hal ini dikritisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Seluma, dalam penyampaian pandangan fraksi sidang paripurna dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Seluma 2016, yang berlangsung di gedung DPRD Kabupaten Seluma, kemarin (12/11).

“Dana pemeliharaan kemana ? Kok baru dua bulan selesai dikerjakan sudah ditemukan kerusakan,” tanya juru bicara fraksi PDIP Khairi Yulian SH saat sidang paripurna, kemarin (11/7).
Fraksi PDIP, kara Khairi Yulisan, menyanyangkan sejumlah anggran pemeliharaan terhadap sebuah pekerjaan tidak dilaksanakan sehingga menimbulkan pertanyaan. Kerusakan itu disebabkan adanya dugaan pengurangan volume terhadap pekerjaan atau terjadi kesalahan perencanaan atas pekerjaan fisik yang dilakukan pada 2016 tersebut.

“Penyebabnya beban kendaraan melintas terlalu berat atau pengurangan volume pekerjaan yang sudah dilakukan oleh pihak ketiga,” keluhnya.
Pandangan umum fraksi PDIP ini juga menerangkan perencanaan terhadap pekerjaan fisik sudah harus dilakukan satu tahun sebelum di kerjakan. Sehingga pekerjaan yang hendak di kerjakan di ketahui kebutuhan anggran untuk pembangunan fisik. Tanpa melakukan perencanaan ditahun pekerjaan yang akan dilakukan pembangunan.

“Setidaknya perencanaan sudah ada dan jelas PUPR juga harus bisa ikut memperjuangkan agar pekerjaan bisa diusulkan dalam pembahasan RAPBD,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) M Syaifullah St MM belum berhasil di konfirmasi. Sehingga berapa nilai pekerjaan dan pihak ketiga yang sudah melakukan pekerjaan tersebut belum berhasil di dapatkan. Begitu juga pihak ketiga yang mengerjakan pembangunan infrastruktur tersebut juga belum berhasil dikonfirmasi.(333)