Dewan Dukung Sawah Korporasi

BENGKULU, BE – Ketua Komisi II DPRD Provinsi, Lukman SP mendukung ide Menteri BUMN Dahlan Iskan, tentang pengelolaan sawah secara korporasi.  Dahlan menawarkan program pertanian berbasis korporasi, dimana sawah petani diserahkan kepada perusahaan atau BUMN yang akan ditunjuk, namun dengan jaminan setiap 1 hektar sawah dapat panen 4 ton per hektar.  Panen tersebut akan diserahkan kepada petani pemilik sawah.  Dan petani tetap dipekerjakan mendapatkan upah kerja.

“Ide itu memang bagus, kita mendukung. Tapi kita belum tahu konsep sebenarnya bagaimana. Siapa yang mengelola, kalau BUMN di Bengkulu saya kira belum begitu mampu,” ujar Lukman.

Jika memang tawaran Menteri BUMN tersebut bagus, maka Dinas Pertanian dapat segera menindaklanjutinya. Namun harus dipelajari secara utuh, agar dapat disampaikan kepada masyarakat.  “Sistem kelolanya bagaimana, harus diperjelas karena menyangkut banyak petani,” ujar Lukman.

Menurut Dahlan, saat kunjungan ke Bengkulu, setidaknya membutuhkan lahan sekitar  1.600 hektar sampai 2.000 hektar dalam satu kesatuan. Lahan tersebut diserahkan pengelolaannya kepada BUMN.  “Pekerjaannya masih melibatkan petani, dan hasilnya untuk petani. Tapi, semua dari 1.600 hektar atau 2.000  hektar, pemiliknya harus setuju,” kata Dahlan.

Sebab itu, tugas pemerintah Provinsi Bengkulu adalah melakukan sosialisasi kepada petani, agar memahami program peningkatan swasembada beras ini. Dia yakin, jika sistem pertanian berbasis korporasi tersebut dilaksanakan, maka Indonesia akan ekspor beras. “Tahun ini sebenarnya Indonesia sudah berani ekspor, tapi kurang yakin. Jika tidak ada wabah yang luar biasa, tahun ini sudah bisa ekspor beras,” ujarnya. (100)