Dewan Bakal Tegur Pegawai Sekwan

KEPAHIANG, BE – Pengusiran petugas Keamanan Dalam (Kamdal) terhadap tiga orang awak media harian lokal yakni Rakyat Bengkulu (RB), Radar Pat Petulai (RPP) dan Radar Utara (RU) yang berniat mengambil foto rapat Badan Anggaran (Banggar) dinilai miss komunikasi saja. Apalagi selama ini insiden tersebut tidak pernah terjadi.

“Sebenarnya bisa saja kalangan media mengambil gambar walaupun rapat Banggar ini tertutup, caranya ya sebelum pelaksanaan rapat ini dimulai. Sepengetahuan kami anggota Banggar rapat kemarin tidak dinyatakan tertutup untuk umum karena belum sampai ke pokok pembahasan anggaran di tingkat SKPD,” jelas anggota Banggar DPRD Kepahiang Zainal SSos.

Pun begitu anggota Banggar Edwar Samsi SIp MM menyayangkan munculnya insiden pengusiran wartawan itu. Pihaknya pun akan menegur pegawai Setwan agar tidak terulang. “Ini artinya pegawai Setwan tidak paham mengenai tatib DPRD,” katanya.

Di bagian lain aksi pengusiran wartawan ini menuai kecaman Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Rejang Lebong (RL). Tindakan tersebut masuk dalam kategori penghalangan tugas-tugas jurnalis yang dilindungi undang-undang. Karena kalau memang tidak boleh diliput seharusnya memang ada pemberitahuan terlebih dahulu.

“Apalagi seperti sekarang ini sudah zaman reformasi yang mengedepankan keterbukaan atau ketransparanan sebuah informasi. Terlebih lagi para awak media itu bukannya untuk mengikuti rapat Banggar yang memang dilakukan secara tertutup, tetapi hanya untuk mengambil gambar saja,” sesal Ketua PWI Perwakilan RL Hasan Basri kemarin.

Menurutnya, jika mengambil gambar tidak akan banyak memakan waktu, dengan demikian tidak mungkinlah akan menganggu jalannya rapat. Yang jelas hal seperti ini seharusnya dapat dijadikan catatan demi menciptakan keterbukaan informasi untuk publik. “Secara pribadi saya berharap hal seperti ini tidak kembali terulang. Mengingat awak media itu hanya sekedar menjalankan tugas demi terciptanya keterbukaan informasi kepada masyarakat,” kata Hasan.(505)