Dewan Anggap Janggal

RATU SAMBAN, BE – Sejak awal, pembangunan Pasar Percontohan Nasional (PPN) Panorama, dinilai janggal. Hal ini ditegaskan anggota Komisii III DPRD Kota, Efendi Salim SSos. Menurutnya, pembangunan tidak sesuai dengan rencana semula, terlebih jumlah pedagang yang tiba-tiba saja membludak saat akan dilakukan pembagian auning, kios, maupun lapak. “Dari pemerintah pusat sudah dialokasikan Rp 10 M, dari rencana awal sendiri sudah tidak sesuai apa yang kita lihat sekarang. Laporannya akan dibangun 2 lantai, justru saat ini hanya satu lantai saja, kan ini janggal,” ungkappnya heran. Politisi Hanura ini, menegaskan pada hearing beberapa hari lalu, pihak Disperindag menyatakan hanya pedagang lama yang bisa menempati lokasi tersebut. kemudian awalnya hanya 250 lapak, namun ketika hearing menjadi 400 lapak. “Anehnya lagi, kok sekarang bisa menjadi 700 pedagang yang ingin masuk ke sana. Lalu bagaimana pendataan sebelumnya yang sudah dianggarkan? Di sinilah salahnya, apa ada keluarga para pejabat yang terlibat, sehingga bisa meningkat begitu banyak dari rencana sebelumnya?” duganya. Dalam hal ini, Efendi tetap menduga ada beberapa pejabat di jajaran Pemkot Bengkulu, yang mengendalikannya, bahkan berupaya untuk meloloskan salah satu anggota keluarganya untuk berjualan di lokasi tersebut. “Memang susah, kalau ada pejabat didalamnya,” cetusnya. (160)