Destinasi Wisata Bukit Kandis Terbakar

IST/Bengkulu Ekspress
Wisata alam Bukit Kandis di Desa Durian Demang, Karang Tinggi, Bengkulu Tengah (Benteng) terbakar, Senin (11/9).

Sumatera Dikepung Seribuan Titik Panas

KARANG TINGGI, Bengkulu Ekspress-Destinasi wisata alam Bukit Kandis yang berada di Desa Durian Demang, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) terbakar, sekitar pukul 11.30 WIB, Rabu (11/9) siang. Api muncul dari bagian puncak Bukit Kandis yang memiliki ketinggian 115 meter diatas permukaan tanah tersebut. “Kami juga belum tahu api muncul dari mana,” kata Kepala Desa (Kades) Durian Demang, Zainal.

Lebih lanjut, Zainal mengatakan, objek wisata yang mulai dikenal luas sejak tahun 2017 itu, saat ini tak lagi terlihat hijau pasca terbakar. Pun begitu, keindahan alam yang dimiliki diyakini akan membuat pesona Bukit Kandis kembali terlihat. “Akibat kebakaran, Bukit Kandis terlihat gundul. Semoga segera turun hujan sehingga rumput dan tanaman di atasnya kembali tumbuh,” harap Zainal.

Data terhimpun BE, seluruh personel dan armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), personel Polres, TNI dan perwakilan dari Organisasai Perangkat Daerah (OPD) teknis tampak berdatangan ke lokasi Bukit Kandis.

Meskipun api telah padam pada pukul 15.00 WIB, sejumlah personel tetap bersiaga di lokasi. “Personel dan armada dikerahkan di sekitaran objek wisata Bukit Kandis untuk mengantisipasi api meluas dan melalap kawasan sekitarnya. Kami tak bisa berbuat banyak lantaran puncak bukit sangat tinggi dan tak bisa digapai alat semprot yang kami miliki,” ungkap Sekretaris Dinas Damkar Benteng, Triyanto MSi.

Ia menuturkan, penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi dan belum diketahui secara jelas. “Kebakaran terjadi akibat kemarau yang menimbulkan kekeringan. Inilah yang memicu kemunculan api pada bagian puncak,” paparnya.

Diketahui, Bukit Kandis merupakan salah satu objek wisata alam unggulan di Bumi Maroba Kite Maju. Wisawatan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit dari jalan lintas Kota Bengkulu-Kabupaten Kepahiang untuk tiba di Bukit Kandis.

Beberapa sarana dan prasarana pendukung juga telah disiapkan, seperti spot-spot foto yang dibuat oleh Karang Taruna Desa Durian Demang, infrastruktur jalan yang dibangun oleh Dinas PUPR Benteng dan merek Bukit Kandis yang dibangun oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Benteng. Dana kementerian juga dikucur untuk pengembangan Bukit Kandis, yakni pembuatan lapangan parkir, toilet serta gazebo.

Tak hanya dikenal wisatawan lokal, keindahannya telah diakui secara nasional. Bukit Kandis telah mendapat penghargaan di ajang bergengsi tahunan, yakni Anugrah Pesona Indonesia (API) tahun 2018. Panjat tebing Bukit Kandis dinobatkan sebaga objek wisata terpopuler ke-3 untuk kategori wisata olahraga dan petualangan terpopuler.

Sementara itu, Pabung Benteng, Kompol Abdu Arbain, didampingi Kepala Dinas Damkar Benteng, Bambang Irawan SSos ketika dikonfirmasi belum menyimpulkan penyebab kebakaran api. Hanya saja, dari informasi yang diperoleh dari warga sekitar, diketahui ada 2 (dua) orang pelajar yang mendaki Bukit Kandis dengan membawa gitar sekitar pukul 11.00 WIB.

Untuk identitas pelajar, kata Abdu, si pemberi informasi tak bisa mengungkapkan penjelasan secara gamblang.Terlebih lagi, kawasan Bukit Kandis memang sedang dalam kondisi sepi dikarenakan Desa Durian Demang sedang menggelar pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).Sementara ini, diduga kuat kebakaran terjadi akibat puntung rokok pengunjung. “Penyebab pasti masih dalam penyelidikan,” kata Abdu.

Dari pengamatan di lapangan, Abdu menyampaikan, kebakaran membuat puncak dan sekeliling Bukit Kandis terbakar. Meskipun api telah padam, dilanjutkam Abdu, personel polisi, personel Damkar dan 2 unit armada Damkar akan tetap berjaga di 2 sisi Bukit Kandis.”Personel masih kami siagakan hingga malam karena masih terlihat asap putih. Jika kondisi benar-benar aman, barulah personel dibubarkan,” tandasnya.

Sumatera Dikepung Seribuan Titik Panas

Sebanyak 1.211 titik panas terpantau di wilayah Sumatera. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 1.211 titik panas tersebut menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).Data BMKG Stasiun Pekanbaru, pada Rabu (11/9) pukul 06.00 WIB satelit Terra Aqua mendeteksi daerah paling banyak titik panas adalah Provinsi Jambi dengan 496 titik. Disusul Sumatera Selatan 305 titik, dan Provinsi Riau ada 258 titik panas.

Selain itu, Provinsi Bangka Belitung juga terdeteksi 77 titik panas, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau masing-masing ada 11 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Bengkulu ada satu titik panas. Khusus di Riau, 258 titik panas tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 143 titik. Lalu di Kabupaten Pelalawan ada 47 titik, Indragiri Hulu (Inhu) 25 titik, Rokan Hilir (Rohil) 23 titik, Bengkalis 9 titik, Kuantan Singingi 3 titik, Rokan Hulu 2 titik, dan Kota Dumai ada satu titik.

Sementara asap akibat Karhutla hingga kini masih menyelimuti Kota Pekanbaru dan mengakibatkan kualitas udara menurun ke status tidak sehat. (fin/135)