Desa Sumber Urip Rejang Lebong Kumpulkan 160 Kantong Darah

Ist/BE
Kegiatan donor darah di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang beberapa waktu lalu. Dalam satu tahunnya Desa Sumber Urip bisa mengumpulkan 160 kantong darah.

CURUP,bengkuluekspress.com – Sebagai salah satu kampung percontohan darah di Indonesia, dalam satu tahunnya Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong berhasil mengumpulkan sebanyak 160 kantong darah.
“Dalam satu tahunnya, Desa Sumber Urip ini bisa mengumpulkan sebanyak 160 kantong darah,” ungkap Tenaga Sukarela PMI Rejang Lebong, Mardiani.

Kegiatan donor darah di desa yang tepat berada di kaki Gunung Kaba atau Bukit Kaba tersebut sudah menjadi agenda rutin yang mereka laksanakan setiap dua bulan sekali atau dalam satu tahunnya sebanyak enam kali. Dari enam kali kegiatan donor darah tersebut PMI Kabupaten Rejang Lebong setidaknya bisa mengumpulkan 160 kantong darah.
Keberadaan kampung donor tersebut, menurut Mardiani sangat membantu PMI Rejang Lebong dalam memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Rejang Lebong. Terlebih lagi sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, PMI Rejang Lebong sedikit kewalahan untuk memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Rejang Lebong.
“Sejak pandemi ini, kita sudah mulai kesulitan memenuhi ketersedian darah, berbeda sebelum pandemi dulu yang kita bisa mensuplai ke kabupaten tetangga,” papar Mardiani.

Ketersediaan darah yang menipis di PMI Rejang Lebong, dijelaskan Mardiani, karena saat ini masih banyak pendonor yang masih enggan melakukan donor darah karena masih takut dengan pandemi Covid-19. Kebutuhan darah di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, terutama untuk membantu 14 orang warga Kabupaten Rejang Lebong yang terkenda thalasemia.
“Jadi saat ini setiap ada darah masuk bisa langsung habis,” ungkap Mardiani.
Untuk menjamin kebutuhan darah di Kabupaten Rejang Lebong tersebut, sambungnya, salah satu langkah yang dilakukan PMI Rejang Lebong yaitu dengan menghubungi masyarakat Rejang Lebong yang rutin mendonorkan darah. Karena saat ini PMI Rejang Lebong sudah memiliki data masyarakat yang sudah pernah donor, data yang dimiliki tersebut mulai dari alamat, golongan darah hingga nomor HP mereka.
“Jadi bila stok darah kita kosong, kemudian ada masyarakat kita yang membutuhkan darah maka kita langsung menghubungi para pendonor yang datanya sudah kita miliki,” demikian Mardiani.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*