Desa Harus Miliki Perpusdes

TAIS, Bengkulu Ekspress – Sesuai surat edaran kesepakatan antara Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Perpustakaan Nasional. Pemerintah desa harus menganggarkan dana bagi setiap desa untuk membangun perpustakaan desa (Perpusdes). Tindaklanjut dari kesepakatan dua Menteri dengan Perpustakaan Nasional ini, ada surat edaran dari Bupati Seluma, agar pemerintah desa menyediakan anggaran untuk pembangunan perpustakaan desa.

“Surat edaran dari bupati sudah ditanda tangani, tinggal disampaikan ke seluruh Desa,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Seluma Rosdiana SSos MSi kepada Bengkulu Ekspress kemarin (8/5).

Disampaikan, seluruh kepala desa diharapkan dapat bekerja sama dengan perpustakaan daerah agar pendirian perpustakaan di desa dapat berjalan dengan baik. Pendirian perpustakaan desa ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Terutama kalangan pelajar di seluruh desa Kabupaten Seluma.

Saat ini, baru ada beberapa Desa yang memiliki Perpustakaan desa, diantaranya yaitu Perpustakaan Desa Bukit Peninjauan (BP) II Kecamatan Sukaraja. “Kita berharap, agar Kades ikut menganggarkan untuk pendirian perpustakaan desa, dengan mengacu pada surat edaran yang ada,” ucapnya.

Meskipun rata-rata desa telah menyelesaikan APBDes, kata dia, paling tidak surat edaran bupati itu nantinya menjadi acuan untuk usulan pada tahun berikutnya sehingga seluruh desa di Kabupaten Seluma ada Perpustakaan.  Sebelumnya, beberapa hari lalu, desa Bukit Peninjauan (BP) II binaan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Seluma, berhasil mendapat juara satu dalam perlombaan perpustakaan desa terbaik se Provinsi Bengkulu.

Selain itu, juga berhasil menyabet harapan satu dalam perlombaan perpustakaan sekolah. Termasuk juara harapan satu dalam lomba bercerita tingkat anak anak di Provinsi Bengkulu. Setelah meraih juara 1 tingkat Provinsi ini, Perpustakaan Desa BP 2 mengikuti lomba perpustakaan desa tingkat Nasional.

“Ini contoh agar desa lainnya di Kabupaten Seluma, ikut berperan aktif dalam rangka mengembangkan perpustakaan di desa masing-masing. Untuk Program Perpustakaan Nasional, ternyata di kabupaten Seluma baru mulai di implementasikan di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah,”tegasnya.

Ditambahklan, salah satunya program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan melibatkan masyarakat kelompok. Salah satunya program yang baru mulai dijalankan adalah kegiatan memanfaatkan fasilitas bantuan. Menurutnya, pada tahap awal dahulu sudah menjalankan kelas belajar mengoprasikan komputer dan laptop serta belajar mengetik di komputer dengan menggunakan word dengan sasaran adalah masyarakat Ibu rumah tangga, anak muda serta masyarakat umum lainnya.(333)