Desa Dipenuhi Lumpur

1aMERIGI SAKTI, BE – Belum optimalnya perbaikan jalan di beberapa desa di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), membuat sejumlah warga mengeluh. Pasalnya, proyek jalan membuat jalan di depan rumah warga menjadi berlumpur dan rumahw warg pun kerap banjir kalau turun hujan. Karena jalan yang dibangun tidak dilengkapi dengan drainase jalan. Hal ini terjadi di Desa

Lubuk Pendap, Kecamatan Merigi Sakti. Untuk itu, warga meminta pemerintah membangunkan drainase di sisi jalan lingkungan tempat mereka tinggal.
Seperti yang diungkapkan Supriadi (40), warga desa Lubuk Pendap, Kecamatan Merigi Sakti, ditemui BE kemarin (15/11).

Ia menyebutkan, setelah adanya pengerukan jalan di desanya, beberapa rumah warga menjadi sasaran luapan air. Hal ini merupakan dampak dari perbaikan jalan yang tidak diikuti dengan pembuatan siring atau drainase.

“Akibat perbaikan jalan ini rumah saya selalu menjadi luapan air ketika musim hujan tiba seperti saat ini. Sebab, sebagian rumah warga disini memang berada di bawah jalan,” akunya.
Ia menambahkan, peristiwa seperti ini sudah dialaminya sejak 3 bulan terakhir saat pengerjaan jalan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Benteng. Meski saat ini lebar jalan menjadi bertambah luas, namun kondisi tersebut dirasa tak lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi jalan yang sebelumnya.

“Kami bersyukur adanya perngerjaan jalan didesa kami ini akan tetapi kami berharap pemerintah juga lebih bersikap lebih peka terhadap dampak yang ditimbulkan. Kami hanya meminta segera dibuat siring agar air yang berasal dari atas bisa mengalir secara teratur dan tak meluap,” harapnya.

Ali Muan (65), warga desa Komering, Kecamatan Merigi Kelindang mengungkapkan hal serupa. Bahkan ia mengaku bahwa pengerjaan proyek jalan di desanya membuat dirinya merugi. Sebab sebuah lahan persawahan satu-satunya yang ia miliki saat ini tak bisa lagi bisa digunakan akibat tertimbun material proyek jalan di tepi sawahnya, baik itu berupa pasir, tanah maupun batu kerikil.

“Akibat tertimbun sawah saya tak bisa lagi difungsikan. Saya hanya berharap pemerintah bisa mencari solusi agar endapan material ini bisa kembali terangkat. Selain itu, jika tak segera dibuat siring atau drainase saya khawatir material jalan akan semakin menumpuk di sawah saya,” keluh Muan.

Keluhan serupa juga disampaikan Kepala Desa (Kades) Renah Semanek, M Halis (37) yang meminta agar segera dibuat draenase jalan di beberapa titik didesanya. Menurutnya, karena tak memiliki drainase ini, ketika hujan tiba lumpur/tanah sering kali menutupi aspal sehingga mengakibatkan jalanan menjadi licin dan tak jarang terjadi kecelakaan.

“Kami berharap jalan di desa kami ini sedikit diperluas dan dibuat siring atau drainase agar air yang bercampur tanah tak mengendap di jalanan,” ungkapnya.(135)