Desa di Rejang Lebong Harus Maksimalkan Posko Covid-19


Ist/BE
Tim dari Dinas PMD saat melakukan monitoring posko Covid-19 di desa-desa yang ada di Kabupaten Rejang Lebong

CURUP, bengkuluekspress.com– Guna menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong. Pemerintah 122 desa di Kabupaten Rejang Lebong diminta untuk memaksimalkan Posko Covid-19 yang ada di masing-masing desa di Kabupaten Rejang Lebong.
Untuk memastikan posko Covid-19 di setiap desa yang ada di Kabupaten Rejang Lebong berjalan dengan maksimal. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Rifai SP MSi mengungkapkan saat ini Dinas PMD bersama pihak terkait lainnya tengah melakukan monitoring ke desa-desa untuk memastikan Posko Covid-19 di setiap desa sudah berdiri.
“Saat ini kita tengah melakukan monitoring untuk memastikan seluruh Poskon Covid-19 di desa sudah berdiri, karena anggarannya sudah ada yaitu bersumber dari anggaran penanganan Covid-19 sebesar 8 persen dari DD yang diterima masing-masing desa,” terang Suradi.

Kegiatan monitoring yang mereka lakukan tersebut, menurut Suradi untuk memastikan bahwa saat ini posko Covid-19 di setiap desa di Kabupaten Rejang Lebong tersebut sudah berdiri. Karena menurut keberadaan posko Covid-19 di setiap desa tersebut diyakini mampu menangani penyebaran Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong.Lebih lanjuta ia menjelaskan, selain untuk memastikan bahwa posko Covid-19 disetiap desa sudah berdiri, monitoring yang mereka lakukan tersebut, menurut Suradi juga untuk memastikan juga bahwa anggaran untuk penanganan Covid-19 yang bersumber dari dana desa tersebut tidak salah dalam penggunaannya.
“Dalam monitoring, kita juga melakukan evaluasi agar anggaran sebesar 8 persen untuk penanganan Covid-19 tersebut tidak salah dalam pengguaannya,” papar Suradi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk kegiatan yang dilaksanakan relawan yang ada di posko Covid-19 di setiap desa antara lain melakukan pendataan warga yang keluar masuk desa. Hal tersebut untuk memudahkan penelusuran bila nanti ada terdampak Covid-19, kemudian menyiapkan rumah isolasi serta penyiapkan APD untuk penanganan Covid-19.
“Saya juga berharap pemerintah desa bijak dalam penggunaan anggaran penanganan Covid-19 ini, jangan sampai nanti sebelum berakhir tahun sudah habis, dikhawatirkan justru akan ada kasus di akhir tahun meskipun kita sama-sama berharap tidak ada kasus Covid-19,” demikian Suradi.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*