Desa Anggarkan Pengerukan Sungai

RUDI - Banjir merendam sejumlah rumah warga akibat hujan deras yang terjadi Minggu (29 September). Sampah dan pendangkalan sungai ditengarai menjadi sebab adanya banjir ini (3)
Foto : ist

SELUMA, Bengkulu Ekspress – Setiap hujan turun dengan curah hujan tinggi. Desa Kayu Elang kerap mengalami banjir. Air menggenangi sekolah, lahan pertanian, serta puluhan rumah. Mengatasi masalah ini Desa Kayu Elang menganggarkan dana untuk pengerukan sungai di desa setempat sering meluap bila hujan tiba.

“Atas usulan warga yang kerap mengalami banjir. Alur sungai terpaksa dikeruk dengan mengunakan anggaran desa dan memanfaatkan tenaga warga desa,” ujar Kepala Desa Kayu Elang Rigun kepada Bengkulu Ekspress.

Menurutnya, pengerukan alur sunggai harus dilakukan sebelum dampaknya meluas. Mengingat di desa tersebut terdapat beberapa fasilitas umum. Meliputi SD dan SMP, srta pemukiman warga sebanyak 30 KK. Pengerukan sungai desa tidak panjang diperkirakan hanya 100 meter saja.

“Warga banyak mengeluh akan banjir dikala hujan dan sekolah terpaksa diliburkan. Harus dilakukan pengerukan dengan harapan tidak banjir lagi,” imbuhnya.

Rigun menambahkan, untuk realisasi dana desa dan alokasi daa desa (DD/ADD) yang akan dikerjakan di Desa Kayu Elang. Berupa pembangunan jembatan sentra produksi sebanyak dua titik akses, jalan lingkungan desa rabat beton, serta pembangunan gedung balai desa kembali dilanjutkan.“Pekerjaan yang belum terselesaikan tahun ini diselesaikan. Termasuk beberapa pekerjaan yang ditargetkan pembangunannya,”sampainya.

Rigun menerangkan, terhitung awal tahun sebelum dikucurkannya DD dan ADD. Sejumlah pekerjaan sudah bulai di kerjakan salah satunya adalah drainase yang saat ini sudah selesai keseluruhan. Sehingga saat ini jalan yang ada tidak lagi becek dan tergenang air.

“Untuk DD) Sudah dikucurkan tahap 1 ini sebesar Rp 200 juta sebagaian pekerjaan tengah dikerjakan. Satu pekerjaan sudah di selesaikan pada pembuatan Drainase,” sampainya. (333)