Derita Tumor Ganas, Butuh Biaya Berobat

FOTO:  Bursanudin (48) menderita rasa sakit akibat tumor ganas
FOTO: Bursanudin (48) menderita rasa sakit akibat tumor ganas

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Miris, nasib yang dialami Bursanudin (48) warga Kelurahan Rimbo Pengadang, Kecamatan Rimbo Pengadang. Bagaimana tidak, dirinya harus kuat menahan rasa sakit akibat tumor ganas yang nyaris menutupi seluruh bagian mukanya. Saat ini dirinya hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur dan tidak bisa melakukan aktifitas pekerjaan apapun selama enam bulan terakhir ini. Diketahui, tumor ganas yang diidap Bursanudin tersebut berawal dari sakit di bagian pipi hingga mata bagian kanannya.

Diceritakan Patiah, istri Bursanudin bahwa awalnya dirinya tidak terlalu memperdulikan sakit yang dialami suaminya tersebut. Namun semakin lama, benjolan tersebut semakin besar dan hampir menutupi bagian mata dan setiap hari semakin membesar hingga saat ini nyaris menutupi bagian wajahnya.

Padahal awalnya, dirinya menyangka penyakit suaminya hanya bengkak dan bintitan.

“Dulu ia (Bursanudin,red) sempat mengeluhkan kalau dirinya seperti ditampar dan terdapat bengkak dipipinya. Saat diperiksa tenaga medis, mereka bilang kalau suami saya hanya mengalami  bengkak. Karena tidak ada tanda – tanda perubahan, akhirnya  kita bawa ke RSUD Curup hingga RSUD M Yunus,” kata Patiah berhasil dihubungi Bengkulu Ekspress kemarin.

Saat ini Bursanudin sulit untuk melakukan aktifitas, bahkan untuk makan dan minum saja harus dibantu dengan pipet atau sedotan. Bukan tak ada upaya keluarga dalam menyembuhkan penyakit tersebut, namun kondisi ekonomi dan keterbatasan dana membuat keluarga hanya mampu mengobati sampai RSUD M Yunus Bengkulu. Namun saat ini RSUD M Yunus tidak mampu menangani dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Darmais Jakarta untuk mendapatkan pengobatan lebih intensif.

“Karena tidak ada biaya makanya kami bawa pulang dan hanya mengobati ke mantri atau obat kampung saja,” ucap Patiah.

Diungkapkannya, pihak keluarga sudah mengajak Bursanudin ke RSUD sebanyak 2 kali maupun pengobatan alternatif, namun parahnya, benjolan yang kini masih menutupi sebagian wajah tersebut belum juga memberikan tanda – tanda perubahan.

Bahkan keluarga pernah melakukan operasi di Klinik Mawar dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 15 Juta karena tidak memiliki kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat).

Itupun, setelah dokter melakukan operasi dan  mengambil sedikit daging benjolan di pipi Bursanudin maka dokter mengatakan bahwa itu tumor ganas dan segera dilakukan operasi lanjutan di rumah sakit Darmais, Jakarta Pusat.

“Karena kita sudah tidak ada biaya lagi, makanya kita bawa pulang dan merawat dirumah saja. Tak sampai satu minggu dirumah, perban berkas operasi sebelumnya malah terbuka. Mau bayar pakai apa lagi, jangankan untuk ongkos, untuk biaya operasipun kita punya lagi.  Hasil kebun dan ternak pun sudah terjual untuk biaya pengobatan,” cerita Patiah dengan nada sedih.

Selain itu, Camat Rimbo Pengadang, Januar Pribadi mengatakan, saat ini pihak Kecamatan dan Kelurahan Rimbo Pengadang saat ini telah mengurus kartu BPJS Kesehatan untuk Burhanudin berobat ke RS Darmais Jakarta. Namun demikian, tak hanya biaya berobat yang harus dipikirkan pihak keluarga, namun biaya hidup keluarga juga harus dipikirkan untuk dapat bertahan hidup di Jakarta.

Untuk itu, pihak kecamatan berinisiatif membuka rekening atas nama anak kandungnya di nomor rekening 5627-01-009056-53-0 atas nama Ria Andeska (anak kandung Bursanudin).

“Memang kartu BPJSnya aktif, tapi apakah keluarganya yang menemani tidak butuh biaya juga? Untuk itu, kita juga telah memfasilitasi agar pihak keluarga membuka rekening atas nama anak kandungnya. Hal ini agar para dermawan yang ingin membantu bisa melalui rekening tersebut,” jelas Camat.

Bantuan Dermawan, Segera Dirujuk Ke Jakarta

Setelah beberapa upaya yang dilakukan pihak keluarga, Kecamatan dan Kelurahan Rimbo Pengadang, sepertinya upaya pengobatan Bursanudin untuk berangkat ke RS Darmais Jakarta akan segera terwujud. Hal tersebut setelah adanya bantuan dari para dermawan yang tersentuh melihat kondisi Bursanudin tersebut.

Kakak kandung Bursanudin, Halil Hamudin (58) mengatakan beberapa dermawan telah memberikan bantuan untuk biaya pengobatan kepada adiknya. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan segera berangkat ke rumah sakit Darmais di jakarta pusat untuk menjalani operasi lanjutan.

“Alhamdulillah ada bantuan dari Donni (Kabid Binamarga PUPRP Lebong), makanya kami akan segera berangkat ke Jakarta. Mungkin 2 hari lagi kitasegera berangkat ke jakarta,” singkat Halil. (777)