Deretan Mobil Murah Cocok untuk Nge-Grab

Foto : IST

KONFLIK yang terjadi antara sopir angkot dengan sopir angkutan online memicu hujatan dari berbagai pihak. Masyarakat Bengkulu memandang, angkot bertindak anarkis dan berusaha ingin menang sendiri.

Padahal masih banyak alternatif lain bisa dilakukan sopir angkot ketimbang harus bersikap anarkis yaitu berevolusi menjadi angkutan online “Grab”, mengingat telah banyak dealer mobil menyediakan kendaraan dengan harga murah. “Angkot bisa jadi Grab, caranya dengan menjual mobil angkot dan hasil penjualan dijadikan DP untuk beli mobil baru,” tutur Anton Alexander, Warga Kota Bengkulu, kemarin (6/9).

Saran tersebut merupakan solusi terbaik untuk mencegah rasa iri diantara pengemudi jasa angkutan transportasi dalam kota yang notabene sama-sama cari rezeki. Daripada berkonflik yang tidak ada habisnya, mengganti angkot jadi kendaraan online merupakan cara efektif.

“Cara seperti itu baik bagi sopir angkot, jaman sudah modern masa harus stop mobil sambil melambai tangan, cukup pakai smartphone mobil sudah didepan rumah,” imbuh Anton.

Menanggapi kemajuan jaman yang semakin modern, dealer mobil telah menawarkan berbagai kendaraan murah dan berkualiatas serta cocok untuk dijadikan jasa angkutan Grab. Salah satunya Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Mobil murah ini memang banyak digunakan karena irit dan cocok untuk keluarga.

Kedua mobil ini memiliki kapasitas 6 orang penumpang dengan desain kabin yang luas serta jok yang empuk. Sehingga akan memberi keyamanan kepada penumpang. Selain itu, dari sistem keamanan mobil ini dilengkapi dengan seatbelt disemua jok.

Selanjutnya ada Toyota Calya dan Daihatsu Sigra merupakan varian mobil murah ramah lingkungan (LCGC) yang menawarkan mesin yang irit dan harga terjangkau serta cocok untuk Grab. Kedua mobil ini menawarkan bodi yang besar dan mampu menampung 7 orang penumpang di dalam kabinnya.

Kemudian disusul Mitsubishi Xpander, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Suzuki Ertiga, dan Honda Mobilio yang memiliki desain sporty yang elegan dengan front gril menantang. Deretan mobil-mobil murah tersebut dapat dijadikan referensi bagi para sopir angkot di Bengkulu.

“Mobil-mobil tersebut sangat cocok bagi sopir angkot yang ingin menjadi Grab, karena sejauh ini Grab lebih dibutuhkan masyarakat daripada Angkot,” ujar pengusaha transporasi, Saiful Anwar.

Para sopir angkot bisa menjual mobilnya dengan kisaran harga mulai dari Rp 25 juta sampai Rp 75 juta. Tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan karena menyesuaikan dengan umur angkot, jika tahun sudah lawas maka harga jual juga turun. “Uang dari jual angkot tersebut nanti bisa digunakan untuk DP membeli kendaraan, kan bisa untung nanti sopir angkot,” tambah Saiful.

Sementara itu, Driver GrabCar, Satria mengaku, banyak keuntungannya menjadi sopir Grab. Selain disenangi masyarakat, driver Grab dalam sehari mampu menghasilkan keuntungan bersih minimal Rp 300 ribu. Hal tersebut tentu merupakan angin segar bagi para sopir angkot yang ingin berevolusi menjadi driver Grab.



Karena selain dapat pemasukan untuk menafkahi keluarga juga bisa untuk menyicil kredit kendaraan bermotor. “Tidak perlu berkonflik, sebenarnya kalau angkot bisa jadi Grab maka kehidupan mereka juga akan semakin baik karena syaratnya juga tidak susah,” tutupnya.

Secara umum, syarat dan jenis mobil yang bisa dipakai sebagai angkutan online Grabcar tidaklah sulit. Adapun syarat dan jenis mobil yang bisa dipakai antara lain, mobil harus keluaran tahun 2013 ke atas, kriteria mobil adalah jenis mobil MPV, hatchback, SUV, dan jenis sedan, kondisi mobil harus dalam kondisi baik dan selalu diservice secara rutin.

Selain itu, mobil harus dilengkapi STNK dan tidak mati pajak serta driver harus memiliki SIM dan Smartphone. “Selama memenuhi syarat itu, maka bisa langsung menghasilkan uang dengan GrabCar,” tukas Perwakilan Grab Bengkulu, Yayan.(999)