Dengan Semangat Milenial, PT Jasa Raharja Bengkulu Tanam 500 Pohon Mangrove

FOTO ANI/BE – Kepala Cabang PT Jasa Raharja Bengkulu Abdul Haris, SE saat melakukan penanaman pohon mangrove di daerah Sungai Hitam, Jumat (31/01).

“Let’s Plant! – One Love One Tree “

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Para pegawai PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bengkulu bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu dan Komunitas Yayasan Rumah Mangrove Nusantara melakukan penanaman dan pemeliharaan 500 pohon mangrove, Jumat (31/01).

Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah pesisir muara Sungai Hitam Kota Bengkulu tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Cabang PT Jasa Raharja Bengkulu Abdul Haris, SE. Tema yang diusung pada kegiatan ini yaitu Let’s Plant, One Love One Tree.

“Kegiatan ini kita laksanakan sesuai dengan visi dan misi Jasa Raharja, salah satunya kita secara aktif menjaga lingkungan. Kita juga turut melestarikan lingkungan dengan bersama-sama. Salah satunya dengan penanaman pohon mangrove,” ujar Kepala Cabang PT Jasa Raharja Bengkulu, Abdul Haris, SE.

Kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi abrasi pantai yang memprihatinkan dan perlu mendapatkan perhatian agar abrasi tidak semakin meluas dan mengganggu ekosistem kehidupan di sekitar pantai. Kenapa harus mangrove? Karena mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai penahan abrasi pantai, penahan ombak, penahan angin, penahan peresapan air laut, menurunkan kandungan gas karbondioksida (CO2) di udara dan bahan-bahan pencemaran di perairan rawa pantai.

“Penanamam pohon diperlukan untuk mengembalikan kondisi kawasan agar tetap lestari serta mencegah dari abrasi untuk di kawasan pantai maupun ancaman longsor. Serta kegiatan ini dilaksanakan juga dalam rangka Jasa Raharja mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan hidup yaitu kawasan hutan mangrove dan ekosistemnya,” ucap Abdul Haris.

Abdul Haris mengaku sangat mengapresiasi atas kerja sama dan dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu serta komunitas Yayasan Rumah Mangrove Nusantara yang senantiasa berupaya menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Kegiatan ini menunjukan bahwa kita semua sangat peduli terhadap lingkungan. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti disini saja akan tetapi dapat berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup ekosistem dan lingkungan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Sungai Hitam khususnya serta dapat menjadi motivasi masyarakat sekitar untuk melakukan hal yang sama. Turut sama-sama peduli menjaga lingkungan. Karena sangat sayang jika sudah dimulai seperti ini tetapi keberlangsungannya tidak dijaga. Memang sangat sulit untuk menjaga dan memelihara pohon seperti mangrove ini, untuk itu kita harus sama-sama terlibat menjaga dan memeliharanya,” jelasnya.

Sementara Kasi Pembibitan UPTD P2STH (Pembibitan Pengawasan dan Sertifikasi Tanaman Hutan) pada (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, Siska, mengatakan, sangat berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut bukan hanya sampai disini. “Setelah ditanam harus ada pemeliharaannya. Karena kalau tidak dirawat percuma saja, jika dirawat insya allah ada hasilnya.” ujar Siska.

Siska menambahkan, Untuk informasi kepada masyarakat, DLHK Provinsi Bengkulu menyediakan bibit mangrove dan dibagikan secara gratis. Selain itu mereka juga memiliki bibit tanaman lainnya seperti buah-buahan, kayu, dan yang lainnya.

“Jadi dengan adanya bibit gratis ini kami mengharapkan masyarakat mau menanam tidak harus memikirkan untuk membeli. Cukup ajukan permohonan dan akan kita keluarkan bibit tanamannya tentunya ada survei lokasi dulu bagi masyarakat secara pribadi dan kelompok tani yang mengajukan permohonan,” imbuhnya.

Sedangkan Atuk dari Komunitas Yayasan Rumah Mangrove Nusantara mengatakan secara umum kegiatan ini sangat bagus karena dapat mencegah abrasi. “Untuk pertama kalinya Komunitas Yayasan Rumah Mangrove Nusantara bekerjasama dengan instansi pemerintahan dan kami sangat mengapresiasi kepeduliannya terhadap lingkungan. Untuk masyarakat mudah-mudahan kedepan sudah mulai terbuka untuk menjaga dan memelihara. Karena setelah kita lakukan sosialisasi mereka akan siap menjadi tim monitoring. Harapan kedepannya apa yang kita tanam hari ini tumbuh untuk generasi mendatang,” ujarnya. (Any/prw).