DENGAN JKN-KIS BIAYA OPERASI RP 0,-

M. Alvino Syahputra

CURUP, bengkuluekspress.com– Tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan nyatanya telah memberikan dampak yang sangat positif bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Tidak hanya kepada Peserta Penerima Upah (PPU) ataupun Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) baik yang iurannya dibayarkan melalui anggaran APBD atau APBN, tetapi juga kepada Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) yang juga dikenal dengan istilah peserta mandiri.

  1. Alvino Syahputra (8) merupakan salah seorang peserta JKN-KIS dari sektor PBPU yang merasakan sendiri manfaat program ini.

“Baru selesai operasi amandel, besok baru boleh pulang kata dokter,” ujar Vino kala ditemui oleh tim Jamkesnews di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup (11/3).

Selama perawatan Alvino didampingi oleh Titin Sundari (33) yang adalah ibunya.

“Ini sudah perawatan hari ketiga, kemarin habis operasi,” ujar Titin.

Titin juga menjelaskan kondisi anak sulungnya kepada tim Jamkesnews.

“Memang gejalanya tidak kelihatan. Kami pikir hanya demam biasa atau paling radang tenggorokan biasa, ternyata ketika diperiksa sudah lumayan parah. Itupun setelah kami berobat di Puskesmas Prumnas Curup baru kelihatan. Lalu langsung dirujuk ke RSUD Curup untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Pantas saja dia agak rewel dan mengeluh sakit, ternyata memang kondisinya sudah parah,” ujar Titin.

Sementara itu ketika ditanya bagaimana pendapat Titin tentang pelayanan kesehatan yang diterimanya, Titin mengakui dia dan keluarganya mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Begitu juga dengan perawatnya.

“Sejak di Puskesmas Prumnas Curup sudah dijelaskan bahwa ini antreannya sudah online, jadi kami hanya tinggal datang saja. Semua persiapannya sudah beres. Jadi waktu kami datang sudah langsung diarahkan ke kamar perawatan sebelum dilakukan tindakan operasi. Karena memang tidak langsung dioperasi, harus dirawat dulu sebentar. Tidak repot sama sekali, perawat yang ada membantu mengarahkan apa saja yang harus saya siapkan untuk administrasinya. Perawatnya juga menjelaskan selama saya tidak meminta untuk pindah ke ruangan yang tidak sesuai dengan kelas perawatan yang saya pilih, tidak akan ada iur biaya yang harus dibayarkan. Baik untuk pembelian obat dan kebutuhan lainnya. Jadi biayanya Rp 0,-. Rasanya bersyukur sekali telah menjadi peserta JKN-KIS. Terima kasih ya,” ujar Titin sambil tersenyum. (RW/ds)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*