Dendam, Pemuda Tewas Ditikam

BENGKULU, BE – Kawasan wisata Pantai Jakat Kota Bengkulu, tadi malam mendadak mencekam. Nurdiansyah (30) warga RT 1 RW 1 Kelurahan Kebun Ros Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, tewas bersimbah darah. Pemuda tersebut ditikam secara membabi-buta saat tengah duduk di warung lesehan jagung bakar di kawasan tersebut. Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Gunar Rahadiyanto SIK, peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Berawal saat korban duduk bersama 3 temannya di salah satu lesehan yang menyediakan jagung bakar di pinggir pantai Jakat tersebut. Tidak berselang lama ke-3 teman korban pergi, hanya tinggal korban bersama 2 pengunjung lainnya yang juga dikenal korban di tempat tersebut. Tidak lama kemudian, datang pelaku yang berjumlah 2 orang dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna putih. Pelaku langsung mendekati pelaku sementara pelaku lainnya masih menunggu di atas sepeda motor dengan posisi motor dalam keadaan masih hidup. Pelaku langsung menusukkan korban dengan menggunakan sebilah pisau yang tepat di dada kiri korban. Mendapati tusukan tersebut, korban sempat memberikan perlawanan dengan mencoba mengejar pelaku. Namun dengan darah yang terus mengucur membuat tubuh korban roboh. Pelaku pun langsung melarikan diri. “Diduga pembunuhan ini bermotif dendam lama, sehingga ketika mengetahui ada kesempatan, pelaku langsung melancarkan aksinya,” ujar Kasat saat ditemui di TKP.

Data terhimpun, setelah korban roboh, 2 orang yang dikenal korban yang berada di lokasi tersebut langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Jitra Bhayangkara. Namun setiba di rumah sakit, korban dinyatakan telah tewas. Diduga korban menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian. Di sisi lain, pihak keluarga dan kesulitan memperoleh informasi yang sebenarnya, karena orang yang mengantar korban kerumah sakit ikut melarikan diri setelah mengetahui korban tewas. Menurut pengakuan salah seorang keluarga korban, Dadang, luka yang dialami korban cukup serius dengan lebar 5 cm dan dalam sekitar 7 cm yang menembus hingga ke jantung korban. Ia mengatakan, pihak keluarga baru mengetahui kejadian tersebut setelah korban berada di rumah sakit dan sudah dinyata tidak bernyawa lagi. Sedangkan teman korban yang mengantar korban ke rumah sakit tersebut sudah tidak ditemukan lagi.

Polres Turun
Mendapati laporan adanya kejadian tersebut, Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK bersama Kepolsek Teluk Segara, Kasubdit Jatanras Polda Bengkulu langsung turun ke lokasi kejadian. “Tadi pak Kapolres ikut turun ke sini untuk memastikan pembunuhan berdarah ini,” kata Gunar. Namun tidak lama kemudian, kapolres juga mendatangi rumah sakit Jitra untuk melihat kondisi yang korban yang sudah terbujur kaku.

Keluarga Korban Cari Pelaku
Sementara itu, sekitar pukul 20.15 WIB malam tadi keluarga dan teman korban turun mencari pelaku yang diduga pemuda asal Sukamerindu. Pantaun BE, mereka turun menggunakan mobil L300. Dalam mobil tersebut dipadati keluarga dan teman korban yang diperkirakan berjumlah 20 orang. “Ke mana pelaku lari akan kami kejar, utang nyawa harus dibayar nyawa,” kata salah seorang anggota korban yang tersulut emosi sembari bergegas naik ke atas mobil. Selain pihak keluarga, kepolisian juga tengah mengejar pelaku yang diduga masih berada di Kota Bengkulu. Namun polisi lebih dahulu mencari saksi kunci atas nama Apek yang ikut mengantar korban ke rumah sakit namun menghilang setelah mengetahui korban tewas. “Saksi kuncinya ada sama Apek yang saat belum diketahui keberadaannya,” ujar Gunar. (400)