Dempo: Satu Desa Satu Ambulance, Masyarakat akan Terbantu Saat Kondisi Sakit dan Sulit

BENGKULU,BE- Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler mengatakan ambulance gratis sangat dibutuhkan masyarakat, terutama jika sedang mengalami sakit baik dari rumah ke rumah sakit atau dari rumah sakir ke rumah. Terlebih, jika rumah sakit merujuk pasien ke rumah sakit di luar daerah, ambulance paling dibutuhkan oleh masyarakat.

Dempo Xler

“JIka ada ambulance gratis di setiap desa, masyarkat bisa cepat dilayani. Tidak perlu memikirkan biaya,” ujar mantan Ketua BEM Fisip Unib ini.

Dia mengatakan, selama ini banyak laporan dari masyarakat, jika ada warga yang sakit, sulit mencari kendaraan untuk membawanya ke rumah sakit. Padahal, ambulance menjadi kebutuhan mendesak masyarakat saat ada warga sakit.
“Selama ini banyak warga yang sakit sulit di bawa ke rumah sakit, karena takut tak mampu bayar ambulance, belum lagi memikirkan biaya berobat,” katanya.
Orang dekat Helmi Hasan ini mengatakan, tidak adanya ambulance di desa-desa membuat pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terhambat. Saat kondisi sakit, masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang cepat. Sehingga, sakit yang dialami warga cepat tertangani.

“Petugas kesehatan juga bisa dengan mudah keliling ke desa-desa memberikan sosialisasi dan pelayanan kesehatan ke masyarakat,” katanya.
Mungkin saat ini, lanjut Dempo, banyak masyarakat belum merasakan betapa pentingnya trasportasi pelayanan kesehatan ini. Namun berkaca pada kasus yang sering dialami masyarakat, banyak yang tak mampu membayar ambulance saat sedang berobat.
“Inilah dasar dari pemikiran cagub Helmi Hasan, membuat program satu desa satu ambulance. Program ini untuk melayani masyarakat, bukan sekedar pencitraan,” katanya.
Dempo mengatakan, satu kelurahan satu ambulance sudah dibuktikan di Kota Bengkulu sangat besar manfaatnya. Banyak masyarakat yang terbantu, mendapatkan pelayanan ambulance gratis. Masyarakat tidak dipungut biaya satu sen pun. “Bahkan petugas yang dihubungi sangat cepat rerspon dan memberikan pelayanan yang baik,” katanya.
Beberapa kali ambulance yang disediakan Pemerintah Kota mengantarkan pasien hingga ke luar kota. Masyarakat sangat terbantu, sebab terlayani dengan baik. “Masyarakat yang sedang susah, benar-benar terbantu. Tidak terbebani dengan materi. Ini mustahil terwujud, jika tidak diawali niat baik dari pemimpinnya,” kata Dempo.
Tidak hanya menyediakan ambulance setiap desa, Peraturan Gubernur (Pergub) tentang retribusi ambulance juga harus dicabut. Sebab, retribusi hendaknya dipungut dengan tidak memanfaatkan masyatakat yang sedang sulit, melain dari potensi lain yang masih banyak belum digali. “Maka kita juga akan mendorong agar pergub ini di hapus. Apalagi sudah menjadi komitmen Pak Helmi Hasan, jika menjadi gubernur,” katanya. (001)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*