Demo HMI Bengkulu Blokir Jalan

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Aksi yang dilakukan anggota Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Rabu (29/5), berujung pada pemblokiran jalan menuju kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Jalan Asahan, Kota Bengkulu. Puluhan massa memblokir jalan, karena merasa tuntutan mereka tidak diindahkan anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

“Kita ingin sampaikan aksi damai. Kami sengaja menutup jalan ini, agar masyarakat tahu orang-orang di dalam (DPRD) tidak mendengarkan suara rakyat. Hidup mahasiswa,” teriak orasi salah seorang mahasiswa.

Koordinator Lapangan Aksi, Krisna Andri Saputra mengatakan, lantaran pesta demokrasi yang berlangsung 17 April 2019, menimbulkan duka mendalam. Kemudian, meninggalnya Kelompok Penyelenggara Pemilu (KPPS) yang merupakan tragedi sangat memilukan bagi sejarah demokrasi di Indonesia.

“Atas tragedi tersebut, kita inginkan adanya kepastian dalam penyelesaian tersebut,” ujarnya.

Aksi mahasiswa tersebut, sempat membuat kemacetan di sekitar Jalan Asahan, Kota Bengkulu. (HBN)

Berikut Pernyataan Sikap yang Disampaikan HMI Bengkulu:

-Mendesak pemerintah bertanggung jawab atas pembatasan media sosial

-Mendesak pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) atas banyaknya anggota KPPS meninggal Dunia.

-Mendesak Presiden RI mencopot Tito Karnavian dari jabatannya sebagai Kapolri, atas tindakan respresif kepolisian terhadap massa aksi di seluruh Idonesia.

-Menuntut Presiden RI bertanggung jawab atas gagalnya Menkopolhukam menjaga stabilitas negara.