Demo BBM, Bentrok

SPBU Diblokir, SBY Dibakar

RIO-KORLAP DEMO DIAMANKAN POLISI RIO-rb gakda-MAHASISWA SEGEL SPBU SEBELAH RB- (4)BENGKULU, BE – Demo sekitar 80 aliansi Fron Pembela Rakyat yang merupakan gabungan OKP HMI, KAMMI dan PMII berakhir bentrok.  Setelah mahasiswa membakar replika gambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di depan Seketariat DPRD Provinsi. Polisi yang dipimpin langsung Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH, MH, menghentikan pembakaran gambar SBY dan ban bekas tersebut dengan racun api.  Akibatnya terjadi bentrok antara polisi dan mahasiswa.  Tiga orang mahasiswa diamankan, namun kemudian dilepas kembali setelah mereka menjamin tidak terjadi pembakaran dan anarkis. Sebelumnya, ada mahasiswa sempat membeli bensin juga diamankan oleh petugas. Sebelum mendatangi Sekretariat DPRD Provinsi, mahasiswa terlebih dahulu  menyegel stasiun pengisian bahan bakar Umum (SPBU) di kilometer 6,5, Jalan P Natadirja,  Kota Bengkulu.  Penyegelan dilakukan dengan menempel karton bertuliskan ‘disegel’ dan ditempel di fasilitas SPBU itu. Aksi penyegalan SPBU tersebut membuat layanan pengisian BBM terhenti. Polisi berupaya menghentikan tindakan massa.  “Kami melakukan protes terhadap rencana kenaikan harga BBM. Kami menyegel SPBU ini sebagai bentuk protes kami,” ujar Romidi, Ketua KAMMI Daerah Bengkulu.
Dia mengatakan, pemerintah telah gagal mengelola sumber daya alam yang paling dibutuhkan masyarakat Indonesia itu.  Menaikan harga BBM dianggap  bakal menyengsarakan masyarakat kecil.   Setelah aksi menyegel SPBU tersebut, massa bergerak menuju Kantor DPRD Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan aspirasi  melalui anggota DPRD Provinsi, agar mendesak pemerintah membatalkan kenaikan BBM bersubsidi.  Demontrasi di DPRD Provinsi disambut oleh Wakil Ketua H Ahmad Zakarsi SP, Waka I Elmi Supiati, dan anggota Suharto SE, MBA, Junaidi Albab, Edhi Ismawan.
Saat bertemu dengan dewan, terjadi aksi saling tunjuk dengan anggota Fraksi Demokrat Edhi Ismawan. Hal ini karena mahasiswa menolak mendengarkan dialog dan mendesak dewan menandatangani berkas yang disodorkan oleh mahasiswa. Merasa dipaksa, Edhi Ismawan tersinggung, dan saling adu otot.  Ketua Komisi I tersebut akhirnya meninggalkan ruang pertemuan. Sementara, dewan yang lainnya menandatangani berkas yang diajukan demonstran tersebut.  Masih kurang puas, demonstran melakukan sweeping ke dalam ruang-ruang untuk mencari anggota dewan agar menandatangani peryataan penolakan terhadap kenaikan harga BBM tersebut.  Peryataan tersebut kemudian dikirim melalui faxmile di ke DPR RI. Setelah itu, demonstran melakukan aksi teatrikal di depan Sekretariat DPRD Provinsi.  Dalam aksi teatrikal tersebut, saat membakar replika SBY dengan ban, terjadi bentrokan karena aparat kepolisian akan memadamkan api.  Tiga orang mahasiswa diamankan karena dianggap provokator.
“Mereka kami amankan sementara. Setelah itu kami lepas lagi. Sejak awal kami sudah memberitahu, bahwa aksi membakar tidak diperkenankan,” uajr Kapolres Bengkulu AKBP Iksantiyo Bagus Pramono.
Di sisi lain, peryataan sikap Front Pembela Rakyat tersebut antara lain menolak secara tegas rencana pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan alasan-alasan sebagai berikut; kenaikan harga BBM ini akan diikuti dengan kenaikan biaya pada semua produk sehingga harga semua produk pun otomatis akan naik.
“Pemerintah menaikkan harga BBM ini selalu berulang-ulang karena dianggap membebani APBN. Padahal, ada anggaran yang lebih membebani dibandingkan anggaran subsidi BBM, yaitu anggaran pembayaran bunga dan cicilan pokok hutang mencapai Rp 171,7 triliun; juga anggaran belanja birokrasi pemerintah yang mencapai Rp 400,3 triliun,” tegas Ridho, aktivis HMI itu.
Dia menilai, pihak yang diuntungkan dari kebijakan adalah swasta dan asing, terbukti dengan makin banyaknya SPBU swasta dan asing.
BBM selama ini sebagian besar dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke bawah. Rencana menaikkan harga BBM bersubsidi akan dihadapkan pada risiko inflasi yang tinggi pada Juni, Juli dan Agustus karena merupakan bulan liburan sekolah dan tahun ajaran baru, sekaligus memasuki bulan Ramadhan dan persiapan lebaran atau Idul Fitri.
“Pemerintah menerbitkan solusi dengan pemberian BLT kepada masyarakat yang dinilai tidak mampu. Solusi ini lebih dinilai berbau politis mengingat hal ini terjadi menjelang Pemilu 2014,” tegasnya.
Mereka juga menilai, BLT/BLSM bukanlah sebuah solusi yang tepat dalam mengkompensasi kenaikan harga BBM. Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) nilainya, cakupan dan masa pemberiannya sangat terbatas sehingga tidak dapat meredam dampak kenaikan harga BBM. “Berdasarkan kenaikan BBM tahun 2005 kebijakan kenaikan BBM mengakibatkan kenaikan orang miskin sebesar 16 %. Maka Jumlah orang miskin akan semakin bertambah dengan peningkatan yang fantasis,” paparnya.
Anggota Fraksi Demokrat Edhi Ismawan mengatakan pemerinah menaikan harga BBM tidak memiliki niat untuk menyengsarakan rakyat. Tetapi, untuk menyelamatkan uang rakyat dari jebolnya subisidi BBM. “Saya tidak takut tandatangan aspirasi mahasiswa. Tapi perlu dipahami, kenaikan harga BBM ini bukan untuk kepentingan demokrat, tetapi untuk menyelamatkan  uang rakyat yang selama ini digunakan untuk susidi BBM,” katannya.
Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH, MH mengatakan aksi berjalan aman, meski sempat terjadi bentrokan. Dia mengatakan, memang melarang terjadi bakar-bakaran.  “Sebenarnya untuk menyelamatkan mereka (pendemo) sendiri, kalau bakar-bakaran membahayakan mereka sendiri. Tapi, kita menggunakan pendekatan SOP Power, yang penting demonstrasi berjalan tertib,” katanya.b