Delapan Desa Terima Mobil PDT

AMEN,BE – Sebanyak 8 desa di Kabupaten Lebong menerima bantuan kendaraan roda empat untuk angkutan desa tertinggal dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) RI.

Adapun 8 desa yang mendapatkan bantuan tersebut, yakni Desa Limes, Padang Bano, dan Sebayua. Ketiganya di wilayah Kecamatan Padang Bano. Kemudian  Desa Ketenong I dan Desa Tambang Sawah untuk Kecamatan Pinang Belapis, Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang, Desa Sukau Datang Kecamatan Pelabai, dan Desa Semelako Atas Kecamatan Lebong Tengah.

Penyerahan mobil bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Lebong H Rosjonsyah SIp MSi didampingi Plt Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Perhubungan Kabupaten Lebong, H Taufik Andari SPd MPd kepada para kepala Desa di kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Perhubungan.

Pembagian mobil bantuan PDT tersebut sudah disahkan melalui SK Bupati nomor 385 tahun 2012 tentang penetapan Lokasi Penempatan Moda Transportasi darat.¬† “Kendaraan bantuan dari Kementrian PDT ini khusus untuk desa yang masih terpencil dan belum ada angkutan umumnya. Bantuan tersebut, guna meretas perhubungan darat desa tertinggal serta untuk memudahkan transportasi baik untuk angkutan umum maupun pengangkutan hasil bumi masyarakat di desa tersebut. Untuk itu saya minta agar kendaraan bantuan dari Kementrian PDT ini dapat digunakan sebaik mungkin sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Jika disalah gunakan kita tarik saja mobil tersebut dan diberikan untuk Desa lainnya,” jelas Bupati.

Selain itu, Plt Kepala Disparbudhub Lebong, H Taufik Andari MPd mengatakan, jika jumlah mobil bantuan yang diberikan Kementrian PDT sebanyak 9 mobil, namun saat ini hanya 8 mobil saja yang dibagikan dikarenakan satu mobil lagi untuk Disparbudhub Lebong yang digunakan untuk kegiatan monitoring dalam mengawasi setiap desa yang memperoleh Mobil bantuan tersebut agar tidak disalahgunakan.

“Jadi nanti setiap bulannya akan kita awasi semua desa yang mendapat bantuan mobil PDT tersebut. Kita tidak menginginkan bantuan yang diberikan tersebut disalahgunakan, sebab bantuan tersebut untuk membantu masyarakat di desa terpencil yang tidak memiliki angkutan umum,” pungkas Taufik.(***)