Debit Air PDAM Terus Berkurang

air_minum

CURUP, BE – Disaat kebutuhan air bersih di Kabupaten Rejang Lebong khususnya di kawasan perkotaan Curup meningkat, saat ini justru debit air baku dari sejumlah sumber air bawah tanah milik PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong, terus mengalami pengurangan.

“Saat ini untuk memenuhi kebutuhan air, kita memiliki masalah karena berkurangnya debit air baku kita yang bersumber dari air bawah tanah,” ungkap Direktur PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong, Hazairin SE MM

Diungkapkan Hazairin, saat ini ada lima sumber air baku milik PDAM Tirta Dharma yang bersumber dari air bawah tanah. Kelima sumber air baku yang bersumber dari air tanah tersebut yaitu Air Bulak di Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, kemudian Suban Air Panas yang ada di Kelurahan Cawang Kecamatan Curup Timur, kemudian di Desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur, selanjutnya di Desa Suban Ayam Kecamatan Selupu Rejang dan terakhir di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang.

“Yang tidak mengalami pengurangan hanya sumber kita yang ada di Suban Air Panas, dimana debit air yang dikeluarkan sebesar 5 liter/detik,” jelas Hazairin.

Untuk pengurangan yang terbesar yaitu yang bersumber dari Air Bulak, dimana saat ini debit air yang dihasilkan hanya sebesar 30 liter/detik padahal sebelumnya debit air yang dikeluarkan sebanyak 50 liter/detik. Begitu juga untuk sumber air di daerah Desa Suban Ayam, yang juga mengalami penurunan yang signifikan. Dimana menurutnya saat ini sumber air yang ada di Desa Suban Ayam tersebut menghasilkan debit air sebanyak 35 liter/detik padahal sebelumnya mencapai 60 liter/detik.

Sedangkan untuk yang ada di Desa Air Meles Bawah, saat ini debit air yang dihasilkan hanya sebanyak 25 liter/detik padahal menurutnya sebelum terjadinya pengurangan debit air, air yang dihasilkan sebesar 40 liter/detik. Untuk sumber air yang ada di Desa Air Meles Atas, saat ini hanya menghasilkan air baku sebanyak 10 liter/detik dimana sebelumnya sebesar 15 liter/detik.

“Untuk Air Meles Atas ini, masih dibantu dengan adanya danau kecil diatasnya, sehingga ada resapan air dari danau tersebut,” papar Hazairin.

Untuk penyebab turunnya debit air itu sendiri, menurut Hazairin, hal tersebut dikarenakan semakin meluasnya area pemukiman warga yang menyebabkan berkuranganya daerah resapan air terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut akan diperparah saat musim kemarau dimana debit air kembali mengalami penurunan.

Sementara itu, untuk langkah yang dilakukan sendiri, menurut Hazairin, upaya yang dilakukan PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong yaitu dengan cara memanfaatkan sumber air dari air permukaan baik dengan cara memaksimalkan sumber air yang sudah ada saat ini maupun membuat sumber air baru.

“Karena masalah air tanah ini tidak bisa kita hindarkan, oleh karena itu, saat ini kita akan memaksimalkan potensi air permukaan yang ada di Rejang Lebong ini untuk dijadikan sumber air baku PDAM,” akhir Hazairin.(251)