Debat Terbuka Pilwakot Bengkulu Tahap II , Tak Tonjolkan Program Dasar

FOTO; Rio Susanto/BE Tawaran Program Paslon : David-Bakhsir *Menjanjikan Penataan Pasar Tradisional Nyaman, Bersih, dan Rapi. David-Baksir memandang pasar merupakan salah satu tempat pertumbuhan ekonomi masyarakat namun pengelolaannya masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, maka pihaknya akan membenahi seluruh komponen yang ada, mulai dari sistem pengelolaan yang baik, kemudian meningkatkan kualitas sarana prasarana dan infrastruktur pasar sehingga masyarakat nyaman dan aman melakukan transaksi jual beli. ESD-AZA *Mengentaskan Angka Kemiskinan Melalui Program RT Mandiri. ESD-AZA akan menganggarkan Rp 100-300 juta per RT per tahun dan akan diintensifkan dalam menekan angka kemiskinan Kota Bengkulu. Dari anggaran tersebut akan dibagi 50 persen untuk infrastruktur, 20 kesehatan, 10 persen pendidikan, dan 20 persen untuk membangun perekonomian masyarakat. Helmi-Dedy *Infrastruktur Moderen dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Dasar Perkotaan. Pembangunan infrastruktur moderen flu over, jembatan penyeberangan untuk kebahagiaan pengguna jalan dalam rangka antisipasi kemacetan, pertambahan jumlah penduduk dan keselamatan warga pengguna jalan. Kemudian melanjutkan perbaikan dan pelebaran jalan kota serta jalan lingkungan yang belum tersentuh untuk wilayah pemukiman sentra produksi, pertanian, perikanan dan industri. Linda-Mirza Membangun Mall Pelayanan Publik. Salah satu rencana terbaru yang akan dilakukan pasangan Linda-Mirza yaitu membangun mall pelayanan publik untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima. Akan ada ratusan pelayanan perizinan di satu tempat yang akan memudahkan warga memperoleh pelayanan publik.
FOTO; Rio Susanto/Bengkulu Ekspress.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Debat kedua pasangan calon (Paslon) walikota Bengkulu dilakukan Rabu (9/5/2018) malam diselenggarakan KPU Kota Bengkulu di Ballroom Grage Hotel yang dipandu moderator Rektor Unihaz Bengkulu, Dr. Ir. Yulfiperius, M.Si berjalan lebih seru.

Pada segmen 4, dimana antar Pasangan Calon (Paslon) saling menyerang melalui pertanyaan -pertanyaan, menguji keakuratan data dan pengetahuan serta rencana kongkrit jika nanti terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu. Kualitas para calon dalam bertanya maupun menjawab hampir merata. Namun jika dikaji secara program masih relatif kurang realistis dan kurang mendasar.

Pengamat politik UNIB, Mirza Yasben M.Soc, SC mengatakan para paslon disarankan untuk tidak memberikan janji politik yang terlalu tinggi, melainkan sederhana tetapi dapat dicapai dan direalisasikan dan hasilnya merata untuk semua lapisan masyarakat.

“Seperti program RT Mandiri, jika tidak bisa mengimbangi dengan dana APBD, maka bisa menjadi bumerang. Jangan sampai ada yang beranggapan bahwa program ini untuk memancing pihak tertentu untuk bergerak agar nanti dipilih,” terangnya.

Selain itu, menurut penilaian pengamat politik, Drs Azhar Marwan MSi para paslon masih terjebak dengan emosi ingin mengungguli lawan politiknya, sehingga tidak memunculkan program-program mendasar yang mampu mengubah Kota Bengkulu ini dari berbagai bidang.

“Mungkin masyarakat tidak melihat adanya perubahan-perubahan besar yang mendasar atau gebrakan baru sehingga mengubah Kota Bengkulu menjadi kota yang maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” tutur Azhar.

Lebih lanjut dijelaskannya, gebrakan kinerja yang diharapkan masyarakat bisa dilihat dari langkah kongkrit paslon dalam pengelolaan keuangan daerah sehingga bisa meraih predikat WTP, kemudian sudut dalam penataan pasar-pasar, terminal, kemudian fasilitas umum/publik sehingga bisa mendapatkan piala Adipura.

Selain itu, adanya terobosan untuk mendapatkan pengakuan destinasi objek wisata seperti Pantai Panjang yang bisa masuk dalam destinasi wisata nasional. Kemudian, adanya gebrakan dari produk-produk daerah seperti kerajinan makanan khas, atau hasil olahan industri, dan kesenian budaya. Sehingga Kota Bengkulu 5 tahun kedepan ada pengakuan dari nasional.

” Kalau aspek-aspek seperti ini tidak bisa digali dan dioptimalkan oleh kepala daerah di Kota ini, artinya masyarakat akan melihat kita begini-begini sajalah,” tandasnya.

Pada debat ketiga diharapkan para paslon bisa lebih mengadu program yang realitis dan adanya gebrakan baru yang mampu menaikkan peringkat Kota Bengkulu secara nasional.

Beberapa visi dan misi di paparkan paslon nomor 1 David-Bakhsir, antara lain Menjanjikan Penataan Pasar Tradisional Nyaman, Bersih, dan Rapi.

David-Baksir memandang pasar merupakan salah satu tempat pertumbuhan ekonomi masyarakat namun pengelolaannya masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, maka pihaknya akan membenahi seluruh komponen yang ada, mulai dari sistem pengelolaan yang baik, kemudian meningkatkan kualitas sarana prasarana dan infrastruktur pasar sehingga masyarakat nyaman dan aman melakukan transaksi jual beli.

Sedangkan Paslon nomor urut dua Erna Sari Dewi dan Ahmad Zakarsi, antara lain Mengentaskan Angka Kemiskinan Melalui Program RT Mandiri.

ESD-AZA akan menganggarkan Rp 100-300 juta per RT per tahun dan akan diintensifkan dalam menekan angka kemiskinan Kota Bengkulu. Dari anggaran tersebut akan dibagi 50 persen untuk infrastruktur, 20 kesehatan, 10 persen pendidikan, dan 20 persen untuk membangun perekonomian masyarakat.

Kemudian program nomor urut tiga, Helmi-Dedy antara lain Infrastruktur Modern dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Dasar Perkotaan. Pembangunan infrastruktur modern fly over, jembatan penyeberangan untuk kebahagiaan pengguna jalan dalam rangka antisipasi kemacetan, pertambahan jumlah penduduk dan keselamatan warga pengguna jalan.

Kemudian melanjutkan perbaikan dan pelebaran jalan kota serta jalan lingkungan yang belum tersentuh untuk wilayah pemukiman sentra produksi, pertanian, perikanan dan industri.

Sementara program pasangan Linda-Mirza, membangun Mall Pelayanan Publik. Salah satu rencana terbaru yang akan dilakukan pasangan Linda-Mirza yaitu membangun mall pelayanan publik untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima. Akan ada ratusan pelayanan perizinan di satu tempat yang akan memudahkan warga memperoleh pelayanan publik.

Ketua KPU Kota, Darlinsyah SPD Msi, mengatakan ada peningkatan kualitas baik pertanyaan-pertanyaan maupun jawaban yang diberikan oleh paslon, sehingga bisa memunculkan kompetensi antar calon, serta mampu menggali kondisi kekinian sesuai dengan realitas yang ada di masyarakat.

“Tadi ada pertanyaan head to head, dan kesempatan bertanya itu diperbolehkan diluar tema atau diberikan kebebasan, untuk mereka saling menguji para pesaing mereka dalam kontestasi pilwakot,” kata Darlinsyah.

Dan kedepan lanjut Darlinsyah, dalam debat kandidat tahap ke-III pada tanggal 21 Juni mendatang, akan menguji kemampuan paslon melalui materi tentang pemberantasan korupsi, narkoba, tenaga kerja, pendidikan, teknologi informasi, lingkungan hidup, disabilitas, dan peranan perempuan.

Ia memastikan pada debat terakhir ini akan lebih seru dan meriah lagi, karena pertanyaan lebih fokus terhadap langkah rill dan kongkrit dari paslon, sehingga apapun jawaban dari paslon dalam menyelesaikan persoalan daerah ini bisa menjadi pedoman/acuan bagi masyarakat untuk memantapkan pilihannya. “Akan lebih dipertontonkan kualitas yang diinginkan masyarakat terhadap persoalan-persoalan baik korupsi, narkoba maupun isu-isu lingkungan,” ungkapnya. (805)

 

Tawaran Program Paslon :

David-Bakhsir *Menjanjikan Penataan Pasar Tradisional Nyaman, Bersih, dan Rapi. David-Baksir memandang pasar merupakan salah satu tempat pertumbuhan ekonomi masyarakat namun pengelolaannya masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, maka pihaknya akan membenahi seluruh komponen yang ada, mulai dari sistem pengelolaan yang baik, kemudian meningkatkan kualitas sarana prasarana dan infrastruktur pasar sehingga masyarakat nyaman dan aman melakukan transaksi jual beli.

ESD-AZA
*Mengentaskan Angka Kemiskinan Melalui Program RT Mandiri. ESD-AZA akan menganggarkan Rp 100-300 juta per RT per tahun dan akan diintensifkan dalam menekan angka kemiskinan Kota Bengkulu. Dari anggaran tersebut akan dibagi 50 persen untuk infrastruktur, 20 kesehatan, 10 persen pendidikan, dan 20 persen untuk membangun perekonomian masyarakat.

Helmi-Dedy
*Infrastruktur Moderen dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Dasar Perkotaan. Pembangunan infrastruktur modern fly over, jembatan penyeberangan untuk kebahagiaan pengguna jalan dalam rangka antisipasi kemacetan, pertambahan jumlah penduduk dan keselamatan warga pengguna jalan. Kemudian melanjutkan perbaikan dan pelebaran jalan kota serta jalan lingkungan yang belum tersentuh untuk wilayah pemukiman sentra produksi, pertanian, perikanan dan industri.

Linda-Mirza
Membangun Mall Pelayanan Publik. Salah satu rencana terbaru yang akan dilakukan pasangan Linda-Mirza yaitu membangun mall pelayanan publik untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima. Akan ada ratusan pelayanan perizinan di satu tempat yang akan memudahkan warga memperoleh pelayanan publik.