Debat Pilkada Rejang Lebong, Susilawati: Kami Tidak Obral Janji, Tapi Kami Siap Lanjutkan Pembangunan

pasangan Susilawati-Ruswan

CURUP, bengkuluekspress.com– Sabtu (28/11) lalu, empat pasangan calon (Paslon) yang akan bertarung di Pilkada Kabupaten Rejang Lebong (RL) sudah selesai mengikuti debat kandidat, termasuk didalamnya Paslon Nomor Urut 2 yaitu Hj Susilawati SE-H Ruswan YS SSos (SR).

Dalam kesempatan tersebut, paslon nomor urut 2 SR mengawali dengan menyampaikan visi mereka. ‘’Visi kami adalah terwujudnya masyarakat Rejang Lebong yang sejahtera, beriman, dan kompetitif dengan pemanfaatan sumber daya alam dan berkelanjutan’’ sampai calon bupati nomor urut 2 Susilawati.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu paslon lain mengajukan pertanyaan terkait masalah pemerintah yang bebas korupsi dan berwibawa. ‘’Kalau untuk pemerintahan bersih (bebas korupsi) diwujudkan dengan meletakkan seseorang sesuai dengan keahlian dan bidang pendidikannya. Insya Allah daerah yang dipimpin akan maju dan berkembang,’’ jawab Calon Wakil Bupati Nomor Urut 2 Ruswan.

Sebagai penutup, Paslon Nomor Urut 2 SR menyampaikan, bahwa mereka hanya ingin fokus kerja. ‘’Kami mungkin tak pandai berkata-kata, tapi kami siap bekerja demi masyarakat sejahtera. Kami mungkin tidak pandai bicara dengan hanya memberi janji. Tapi Saya dan Pak Ruswan siap melanjutkan program pembangunan yang sempat tertunda’’ demikian Susilawati.
Sementara itu, dari pengamatan pengamat politik dari Universitas Bengkulu,Azhar Marwan, bahwa paslon sekarang ini memang sudah tidak perlu lagi obral janji. Melainkan untuk menarik simpatisan masyarakat, Paslon harus mengedepankan kekuatan program dalam menjawab tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. ‘’Politik jual janji itu bisa berbahaya bila tidak bisa diwujudkan bisa jadi boomerang effect atau menepuk air didulang. Oleh karena program yang bombastis namun tidak realistis itu sebaiknya dihindari,’’ sampai Marwan.

Pengamat politik lainnya, Mirza Yasben mengungkapkan, Bu Sus sapaan akrab calon bupati nomor urut 2 sangat berpeluang untuk menang. Ini karena Bu Sus, baik saat suaminya Suherman menjadi bupati dua periode maupun setelah tidak menjabat lagi, dirinya tetap dan selalu aktif menemui masyarakat. ‘’Ini artinya investasi sosial atau sosial capital beliau (bu Sus, red) cukup besar. Disamping itu aspek gender juga bila kaum perempuan terpancing emosi solidaritas mereka akan memperbesar peluang Bu Sus untuk menang,’’ ucap Mirza.(rls/krn).

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*