Dealer Honda Dirampok

GADING CEMPAKA, BE – Kalangan pengusaha dan masyarakat patut waspada saat ini. Belum sepekan kawanan rampok beraksi menggasak brankas ditributor minuman Yakult, aksi serupa kembali terjadi di Kota Bengkulu. Kemarin (1/2), sekitar pukul 03.20 WIB, Dealer Honda NSS Cabang Bengkulu di simpang Jalan Mahakam Lingkar Barat jadi sasarannya. Perampok berjumlah 6 orang berhasil masuk dan mengacak-acak semua isi ruang kepala dan staf di dealer itu. 2 diantaranya menggunakan penutup wajah alias sebo. Mereka juga membawa senjata api jenis pistol. Belum diketahui pasti apakah ada korelasi antara perampokan di dealer Honda ini dengan perampokan di distributor Yakult beberapa hari lalu.¬†Sayangnya, aksi rampok kali ini gagal menjebol brankas yang ada di dealer tersebut. Walau begitu pintu depan dealer pecah. Petugas jaga malam, Agusman (45) dipukul dan diikat dengan kabel selanjutnya dimasukkan ke dalam WC di belakang pos jaga. “Kaki dan tangan saya diikat dengan kabel, sedangkan mulut saya diikat dengan kain,” ujar Agusman saat ditemui di TKP, kemarin.

Dia menceritakan kejadian itu bermula, sekitar pukul 03.00 WIB dia diberikan sebungkus rokok Marlboro putih oleh seseorang yang dia kenali. Setelah mendapat rokok tersebut dia pun duduk di depan pos sambil menikmati rokok tersebut. Sekitar 20 menit kemudian, berhenti mobil jenis Avanza di seberang dealer NSS, kemudian dari mobil tersebut keluar 2 laki-laki bertubuh tegap menghampiri Agusman dengan menanyakan alamat sembari mengeluarkan selembar kertas yang bertuliskan alamat NSS Bengkulu. “Apa betul ini dealer NSS simpang Lingkar Barat pak,” ujar Agusman meniru pertanyaan pelaku. Setelah Agusman menjawa iya, salah satu pelaku langsung mengeluarkan pistol dan menodong ke dalam mulut Agusman, sedangkan pelaku lainnya mengikat tangan dan kaki serta mulutnya. Sesaat kemudian keluar pelaku lainnya dari dalam mobil dan langsung meloncati pagar dan berusaha membuka pintu rolling dealer. Pada saat diikat, Agusman berusaha memberikan perlawanan, namun langsung dipukul oleh pelaku. Setelah itu, Agusman diseret ke dalam WC dalam keadaan tidak bisa berbuat apa-apa.¬†Ketika berada dalam WC, Agusman mendengar pelaku ada suara mesin gerinda, diduga pelaku menjebolkan pintu roling. Setelah berhasil masuk, kembali terdengar suara gerinda, dia menduga pelaku berusaha menjebol brankas yang berisi uang. Sekitar 15 menit sebelum adzan Subuh, semua pelaku meninggalkan lokasi tersebut tanpa membuahkan hasil. Setelah pelaku pergi, Agusman berusaha keluar dari WC dengan cara berjalan meloncat, karena kedua kakinya diikat kuat. “Saya keluar dari WC dan berjalan meloncat ke pinggir jalan, kemudian saya berdiri di pinggir jalan sambil menunggu orang lewat,” ujar Agusman. Beberapa warga pun sempat berhenti, namun tidak berani melepaskan ikatan Agusman dan memilih melaporkan ke Polsek Gading Cempaka. Tidak berselang lama, anggota polsek pun tiba di lokasi dan melepaskan kabel yang melekat di tangan dan kaki Agusman. Sementara itu Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK melalui Kasat Reskrim AKP Gunar Rahadiyanto SIK yang mendapatkan laporan kejadian ikut meluncur ke lokasi. Polisi langsung mengambil sidik jari pelaku yang berada di kaca pintu dan sejumlah barang.¬†Beberapa intel Polres langsung meminta keterangan Agusman, diduga pelaku merupakan melibatkan orang dalam karena mengetahui seluk-beluk ruangan tersebut. Sekitar pukul 07.30 WIB, kepala NSS, Alfikri Army tiba dilokasi dan mengecek sejumlah barang. Namun dinyatakan semuanya masih lengkap walaupun dalam keadaan berserakan.

Bercak Darah

Di sekitar brankas terdapat bercak-bercak darah dan beberapa hansaplas (pembalut luka). Diduga pelaku sempat terluka saat menggunakan mesin gerinda ketika berusaha membuka brankas dengan alat tersebut. Tidak hanya sekitar brankas, sejumlah ruangan pun terlihat tetesan darah pelaku. Sedangkan pada tutup dan dinding brankas, terlihat bekas mesin gerinda. (cw1)