DBD Capai 50 Kasus

TALANG EMPAT, BE- Angka penderia penyakit Demam Berdarah di Bengkulu Tengah cukup tinggi. Jumlahnya mencapai 50 kasus, dari jumlah ini 2 diantaranya meninggal. Kasus DBD ini dalam kurun waktu 10 bulan, dari Januari hinga Oktober. Angka ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah.

“Angka DBD memang cukup tinggi. Kami sudah melakukan fogging untuk mencegah penyebaran DBD, tadi sudah difogging di beberapa tempat,” kata Burhanuddin, SSos, Kabid P2PL (Pemberantasan Penyakit Pencegahan dan Penyehatan Lingkungan), Dinas Kesehatan.
Kasus DBD ini tersebar di 12 desa, antara lain di Desa Pekik Nyaring, Karang Tinggi, Kembang Seri, Bentiring, Lubuk Unen, Sidodadi, Sukarami, Taba Lagan, Taba Teret, Ujung Karang dan Karang Nanding.

Kasus terbanyak berada di Pekik Nyaring, ”Ya Desa Pekik Nyaring juga Sungai Hitam terbanyak. Karena dekat dengan Kota Bengkulu, coba lihat sungai itu kotor. Sehinggga banyak bersarang nyamuk, jadi DBD gampang kambuh,” kata Burhanuddin.

Untuk mengatasi DBD ini Dinkes sejauh ini hanya bisa melakukan fogging. Namun hal itu hanya dilakukan didesa yang sudah positif DBD saja. Fogging tidak bisa dilakukan disemua desa.Mengingat lokasi di Benteng cukup luas, tak bisa dijangkau semua.

“Hanya fogging yang bisa dilakukan dan korbanna dirujuk ke rumah sakit. Bulan kemarin (Oktober) ada 5 kasus DBD syukur semua penderita itu bisa sembuh,” kata Burhanuddin.

Untuk mengatasi tinginya DBD ini, Dinkes mengimbau warga untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Sehingga jentik-jentik nyamuk tak dapat berkembang.

Selain, DBD, di musim hujan ini, Burhan mengingatkan adanya bahaya diare. Penyakit ini bisa menimpa semua umur. Karenanya warga diminta waspada. (122)

Tabel Kasus DBD di Benteng 2012
Bulan               Kasus
Januari              5
Februari             6
Maret                 5
April                    9
Mei                      2                 (1 meninggal dunia)
Juni                      1
Juli                      4
Agustus                 7
Sept                     5
Okt                      5

sumber: P2PL Dinkes Benteng