DBD, 1 MD dan 40 Suspect

1. Jefryy/Bengkulu Ekspress – Alat mesin fogging siap digunakan untuk membunuh jentik nyamuk yang menyebabkan penyakit DBD.

TAIS, Bengkulu Ekspress – Musim kemarau saat ini sangat banyak nyamuk berkembang biak dan menggigit manusia. Kondisi ini membuat warga rentan terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD). Saat ini sudah ada seorang warga meninggal dunia dan 40 orang suspect terserang DBD. Terkait DBD ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, memastikan melakukan fogging (pengasapan) terhadap pemukiman warga apabila di pemukiman itu sudah ada warga yang positif terjangkit DBD. Tidak memberikan fogging untuk pencegahan DBD.

“Bila ada warga terkena DBD dan menginginkan fogging silahkan melapor ke puskesmas. Dengan membawa hasil labor dan sudah positif DBD baru bisa kita fogging,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Rudi Sawaludin Ssos melalui Kasi Kasi Pengendalian Penyakit Menular Fahrozan kepada Bengkulu Ekspress kemarin (18/9).

Dijelaskan, mekanisme dilakukannya fogging usulan disampaikan berdasarkan hasil labor yang positif terjangkit DBD. Bila ada laporan dan usulan ini, maka puskesmas menyampaikan ke Dinas Kesehatan untuk menurunkan tim agar dilakukan fogging. Dengan membawa vaksin untuk pengasapan yang disemprotkan ke pemukiman warga yang sudah terjangkit DBD.”Begitu ada laporan masuk dari puskesmas segera dilakukan fogging,” ujarnya.

Dijelaskan, penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus tersebut, terbanyak terdapat di tiga desa diantaranya, Desa Sukamaju Kecamatan Sukaraja, Desa Talang Perapat Kecamatan Seluma Barat, dan terakhir Desa Kota Agung Kecamatan Seluma Timur.”Satu warga Desa Suka Maju meninggal setelah terjangkit Demam Berdarah (DBD), sedangkan 40 orang sudah dipastikan positif,” tegasnya.

Sejauh, ada di tiga desa, namun sudah kita lakukan tindakan pencegahan untuk lebih banyak, diantaranya dengan pengasapan dan fogging. Dirinya melanjutkan, saat ini telah menerima beberapa laporan terkait dengan dugaan DBD dan segera ditindaklanjuti. Dengan langsung turun ke lokasi melakukan fogging sesuai laporan tersebut.
“Barusan juga kita telah menerima laporan dari desa Cahaya Negeri, dan Desa Padang Pelawi, yang segera kita periksa,” terusnya. (333)