Daya Tarik Kota Pusaka Sejarah

RIO/Bengkulu Ekspress
KOKOH: Warga melintasi Patung Kuda yang berada di tengah Simpang Lima Kota Bengkulu, Jumat (11/1). Patung Kuda yang dibangun pada era pemerintahan Walikota Bengkulu Chalik Efendi ini akan diganti dengan patung ibu negara pertama RI Fatmawati Soekarno oleh Pemprov Bengkulu pada tahun 2019 ini.

Bang Ken Dukung Patung Fatmawati di Simpang 5

BENGKULU, Bengkulu Ekspress-Anggota DPD RI dari Dapil Bengkulu, Ahmad Kanedi memberikan dukungan atas pembangunan monumen Ibu Fatmawati di pusat kota Bengkulu, tepatnya di Simpang Lima. Rencana pembangunan patung Ibu Fatmawati sebagai wujud menjadikan Bengkulu Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Dia mengatakan, saat ia menjadi walikota, memang pemerintah sudah berkeinginan membangun patung Fatmawati itu. Tapi, karena keterbatasan anggaran sehingga belum terwujud. “Setuju sekali bisa dibangun di simpang lima. Karena menang itu tujuan awal sebelum berdirinya patung kuda,” terang Bang Ken.

Dijelaskan, rencana awal monumen kuda itu dibangun di dekat Hotel Raffles City Pantai Panjang. Patung kuda itu akan berhadapan dengan laut Samudera Hindia dan dibawahnya akan ada air mancur sebagai upaya daya tarik. “Karena gagal jadi dialihkan ke simpang lima,” tuturnya.

Jika nantinya memang terbangun patung Ibu Fatmawati, maka hal tersebut akan mengangkat nama Bengkulu sebagai kota sejarah. Meningat bandara pusaka merah putih sendiri, pertama dijahit oleh Ibu Fatmawati di Bengkulu. “Langkah ini akan menjadikan daya tarik sekaligus ciri khas Bengkulu sebagai kota pusaka sejarah,” tutup Bang Ken.

Rencana pembangunan patung Fatmawati ini, sudah gubernur rapatkan bersama Wakil Walikota serta pengurus Yayasan Fatawati di Jakarta.Patung ibu negara pertama itu telah difinalisasi untuk dibangun di persimpangan 5 Kota Bengkulu. Lokasi tersebut dianggap cocok untuk dibangun monumen Ibu Fatmawati, mengingat berada dipusat Kota Bengkulu.

“Tadi sudah disepakati, pembangunannya di simpang 5 Kota Bengkulu,” ujar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Tidak hanya lokasi yang telah difinalisasi, namun persetujuan dari keluarga Ibu Fatmawati juga telah didapatkan. Sehingga dalam waktu dekat, pembangunan tersebut akan segera dilakukan. Sebab, Rohidin menarget, pada tanggal 10 Agustus 2019, monumen tersebut sudah bisa diresmikan. “10 Agustus sudah bisa kita resmikan oleh anaknya Ibu Megawati dan keluarga,” terangnya.

Pembangunan monumen Ibu negara pertama itu akan dibangun menggunakan anggaran dari Corporate Social Responsibility (CSR) Kementerian BUMN RI. Rencana awalnya monumen itu dibangun setinggi 4 meter akan mengabiskan biaya sebesar Rp 5 miliar.

Namun demikian, rancangan itu belum difinalkan, termasuk bahan apa yang dibangun dan posisi seperti apa patung Ibu Fatmawati yang akan dibangun. “Anggaran pembangunnya dari CSR BUMN. Mudah-mudahaan dalam waktu dekat, pembangunan sudah bisa dilakukan,” tutup Rohidin. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*