Daya Pikat Hilang, Pedagang Ikut Terimbas

Pengunjung yang dulu setia mengahabiskan hari bersama keluarganya di taman marga satwa tersebut, kini memilih tempat lain sebagai ajang rekreasi. Taman ini tak lagi memiliki daya pikat.

=DENDI SUPRIADI, Kota Bengkulu=

Kendati memasuki libur akhir pekan, Taman Remaja tampak begitu sepi dari pengunjung. Ketika BE mengunjung taman remaja kemarin (25/1) sekitar pukul 15.00 WIB hanya terlihat beberapa keluarga dan beberapa anak sekolah yang lengkap dengan seragamnya. Apa yang menyebabkan taman remaja sepi pengunjung? Setelah berbincang-bincang dengan beberapa pengunjung, ternyata pemandangan di arena tersebut sudah tidak menarik lagi. Seperti kandang binatang terlihat kotor, dan binatangnya pun terlihat kurus dan mengeluarkan bau yang menyengat. Itulah alasan pengunjung tidak enggan menghabiskan waktu luangnya di taman berpohon rindang dan tua tersebut.

Mereka pun hanya terlihat duduk pada tempat duduk sambil bercengkrama dengan anak dan istrinya. Tidak terlihat sedikit pun mereka tertarik mengelilingi taman dengan maksud melihat binatang yang ada. Salah seorang pengunjung, Yanto warga Kebun Tebeng mengatakan dia mengunjungi Taman Remaja dengan tujuan cuma untuk menikmati suasana sejuk, bukan karena tertarik melihat binatangnya. Dia juga mengaku beberapa tahun silam, ketika taman tersebut masih terawat dan binatangnya bervariasi, dia meluangkan waktu paling tidak dua kali dalam minggu membawa anak istrinya taman tersebut untuk melepas lelah. Namun setelah taman tidak lagi terurus, dia hanya mengunjungi taman tidak ditentukan waktunya, “Kadang-kadang 1 kali sebulan, kadang-kadang tidak pernah,” ujar pria yang mengaku pemilik showroom mobil ini. Salah seorang pengunjung lainnya, Dian siswi salah satu SMPN di Kota Bengkulu, mengungkapkan, jika dia dan kawan-kawannya sepulang sekolah sering bermain ke Taman Remaja. Tapi bukan untuk melihat binatangnya, melainkan hanya tertarik akan udaranya yang sejuk bebas dari asap kendaraan.

Menurutnya, binatang yang bertahan hidup di taman tersebut hanya binatang beberpa tahun silam, sedangkan pengelola taman lebih memilih kandangnya kosong ketimbang mengisi dengan binatang yang baru.  “Kami lebih suka melihat binatang yang baru, tapi kenyataannya hanya binatang tua yang ada di taman ini. Sehingga timbul kebosanan jika melihat binatang yang tidak terawat tersebut,” ungkapnya. Sepinya pengunjung juga sampaikan pemilik warung dalam taman tersebut yang enggan mneyebutkan namannya, dia mengatakan mulai berkurangnya pengunjung tersebut sejak 2 tahun terakhir. Hal itu sangat berdampak terhadap barang jualannya, karena banyak yang masuk angin dan akibat tidak laku. Kendati demikian, dia tetap menjajakan jualannyad di tempat tersebut karena menghindari ketatnya persaingan di luar sana. (Bersambung)