Daya Magnet Tabot Besanding

TELUK SEGARA, BE – Kawasan Jalan A Yani dan Jalan Indra Cahya tepatnya di sekitar areal rumah dinas Gubernur Bengkulu disesaki puluhan ribu warga, tadi malam. Tabot Besanding masih menjadi magnet. Masyarakat tumpek-blek ingin menyaksikan ritual tersebut sebagai acara puncak Festival Tabot 2012. Jalanan padat merayap. Sejumlah titik terlihat macet.

Puluhan Tabot dari 17 anggota Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) dijejerkan di jalan depan lapangan View Tower, Kampung. Berbaris dengan kerlap-kerlip lampu hias kian menyemarakkan suasana. Banyak warga yang mengabadikannya dengan kamera. Tak hanya itu, panggung tabot juga menghadirkan badut-badut yang unik dan lucu. Diantaranya ada yang menawarkan kepada anak-anak berfoto bersama badut-badut tersebut dengan membayar sejumlah uang terlebih dahulu.

Pembuat Tabot tersebut tidak murah. Setidaknya harus merogoh kocek mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 40 juta. “Tergantung bentuk dan modelnya. Biaya itu termasuk dengan do’a-do’a yang digunakan sebelum membuatnya,” ujar Sulis (26), salah satu pembuat tabot.

Sementara itu puncak acara Festival Tabot ditutup Sekprov Drs H Asnawi A Lamat MSi. Ikut mendampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Bengkulu dan Caretaker Walikota BengkuluĀ  Drs H Sumardi, MM beserta Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Bengkulu dan Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Bengkulu.”Kita berharap tahun depan penyelenggaraannya bisa lebih baik,” ujarnya.

Menariknya komedian kondang Tukul Arwana hadir di malam puncak tersebut. Ia pun ikut berbaur dan menyemarakkan suasana festival tabot. Rencana pagi ini rangkaian Festival Tabot akan diakhirnya dengan ritual Tabot Tebuang.(cw1/cw2)