Daya Beli Masyarakat Turun

EkonomiBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu memperkirakan daya beli masyarakat Bengkulu pada triwulan IV atau menjelang akhir tahun 2017 ini semakin menurun. Perkiraan ini berdasarkan hasil analisa Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Bengkulu yang diperkirakan hanya tumbuh sebesar 99.78 atau lebih kecil dari ITK triwulan III 2017 sebesar 103.88.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani MA mengatakan ITK triwulan ke-IV nanti hanya sebesar 99.78. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen akan turun sehingga mempengaruhi daya beli.

“Perkiraan ini berdasarkan hasil analisa Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di kawasan Bengkulu yang diperkirakan mempengaruhi daya beli masyarakat menjadi menurun,” ujar Dyah, kemarin (24/11).

Pesimisme konsumen pada triwulan IV-2017 dipengaruhi pembelian barang tahan lama yang mengalami kontraksi dengan indeks 97,46. Sedangkan perkiraan pendapatan rumah tangga diperkirakan 101,11.

“Menurunnya ITK Provinsi Bengkulu pada triwulan IV-2017 menandakan bahwa persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi diperkirakan kurang baik, namun perkiraan pendapatan rumah tangga diperkirakan meningkat,” jelas Dyah.

BPS juga mencatat akan ada perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan keempat ini. Sebab, hasil penelitian BPS menunjukkan sebagian besar responden ternyata tidak mempunyai rencana untuk membeli barang-barang tahan lama seperti televisi, emas, handphone, mesin cuci, meubel, sepeda motor, dan peralatan elektronik lainnya.

“Faktor inilah yang menyebabkan ITK akan menurun di triwulan keempat ini,” tutur Dyah.

Menurutnya, turunnya daya beli masyarakat pada akhir tahun ini disebabkan masyarakat lebih banyak melakukan perjalanan liburan dan tidak menghabiskan uangnya untuk membeli barang-barang.

“Tetapi meningkatnya pendapatan belum mampu mendorong optimisme konsumen untuk meningkatkan daya beli. Jadi, ini sebenarnya kabar yang tidak baik bagi pedagang,” tukas Dyah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan, tingkat daya beli masyarakat Bengkulu hingga akhir Desember 2017 memang mengalami sedikit penurunan. Hal ini dipengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga yang tumbuh melambat dan pertumbuhan ekonomi yang juga masih melambat.

“Tingkat konsumsi rumah tangga tumbuh melambat dan pertumbuhan ekonomi yang juga melambat membuat tingkat daya beli masyarakat Bengkulu menurun di akhir tahun ini,” ujar Endang.

Namun, lanjut Endang, meskipun daya beli masyarakat mengalami penurunan, tetapi tingkat tabungan masyarakat meningkat. Tingginya tingkat tabungan masyarakat disebabkan masyarakat berjaga-jaga pada akhir tahun 2017 dan siap untuk menghadapi tahun baru 2018 untuk kebutuhan seperti tahun ajaran baru anak sekolah. Selain itu, bisnisnya juga sedikit menurun membuat masyarakat hati-hati dengan menabung.

“Perkiraannya bukan daya belinya menurun, tetapi banyak masyarakat menabung pada akhir tahun karena untuk berbagai persiapan menyambut tahun baru 2018,” ungkap Endang.

Meskipun diprediksi mengalami penurunan daya beli, namun penurunan ini diprediksi tidak akan terlalu signifikan.

“Memang terjadi penurunan, namun penurunannya tidak signifikan,” pungkas Endang.(999)