Data Kelompok Usaha Bersama Tak Bisa Ditunjukan

DATANGI Kube kecamata Kinal saat mendatangi Dinsosnakertran, untuk meminta kejelasan pencairan dana Kube, Senin (712
foto:IST Kelompok Usaha Bersama

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Dihadapan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepahiang, Rabu (1/8) Dinas Sosial dan Pemberdayaan Desa (Dinsos PMD) tak dapat menunjukan data jumlah KUBE di Kabupaten Kepahiang. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Kepahiang, Jan Johanis Dalos SSos bersama dengan Kabid Sosial dan Kasi Sosial tak dapat menyebutkan jumlah pasti Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Dalam penjelasannya, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan hanya menyebutkan KUBE yang menerima bantuan 2017 sebanyak 25 kelompok dan 2018 5 kelompok. Tanpa menyebutkan berapa total pasti jumlah KUBE aktif di Kabupaten Kepahiang seperti yang diinginkan DPRD.

“Saya minta disini tidak memberikan jawaban politis, mengapa saya katakan politis sebab dari tadi bapak tidak menyebutkan jumlah KUBE di Kabupaten Kepahiang, terus bagaimana mekanisme dapat diberikan bantuan mengapa pembagian tak merata, itu yang kami tanyakan tadi,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kepahiang, Ahmad Rizal.

Ahmad Rizal meminta, agar Dinsos PMD dapat memberikan keterangan mengenai pemberitan terkait dengan permasalahan KUBE yang di nilai minim pengawasan.



“Disini kami ingin tahu bagaimana teknis penyaluran bantuan KUBE di Kepahiang, bagaimana perkembangannya dan juga berapa jumlah KUBE di Kabupaten Kepahiang,” ujarnya.

Jumlah Kelompok Usaha Bersama Tidak Pasti

Menanggapinya, Jan Johanes Dalos, justru meminta maaf terkait dengan pernyatan Kabid Sosial yang saat itu dimintai keterangan oleh awak media dengan jawaban yang kurang berkenan.”Kerena wajar saja kedatangan media yang begitu banyak membuat gugup dan memberikan statemen yang kurang pas dari Kabid Sosial,” ujarnya.Tak puas dengan jawaban tersebut, lantas Ahmad Rizal mengatakan jika pihaknya tidak membutuhkan statmen yang politis. Sebab menurutnya dalam hearing tersebut dimaksudkan untuk mengetahui peran Dinsos yang telah berjalan baik dalam pengawasan dan penyalurannya.

“Kami bukan mau jawaban politis kami minta data,” ketusnya.Ditambahkan oleh Anggota Komisi II, Armin Jaya, jika mengenai keberadaan KUBE di kabupaten Kepahiang di ketahui sudah sejak lama, namun hingga kini tak terlihat dampak dari bantuan tersebut. “Jadi yang kurang ini apakah dalam pengawasan atau seperti apa,” imbuhnya.Dijelaskan oleh Kadinsos, menurutnya, penyaluran data kube yang ada saat ini adalah data 2 tahun terakhir dimana selama tahun 2017 dan tahun 2018 ini ada 30 Kube yang menerima bantuan tersebut.

“Ditahun 2017 lalu ada 25 kube yang mendapatkan bantuan dengan nominal 20 juta rupiah perkube, kemudian ditahun 2018 ini kita telah mengusulakan dan telah disalurkan sebanyak 5 Kube dengan bentuk bantuan berupa barang setara dengjuta rupiah,” ujar Dallos. (320)