Dari Surat Cinta sampai Kursi Roda

Antusiasme Fans Brasil Ketika Menanti Pemain Idolanya
PUBLIK Brasil boleh saja meragukan Brasil bakal memenangi Piala Konfederasi 2103. Meski begitu, dukungan kepada Tim Samba tetap mengalir.
===
Kedua mata Carol Cotula masih berkaca-kaca. Dia mencoba untuk tidak menitikkan air mata. Perasaan remaja 14 tahun itu memang bercampur aduk, antara bahagia sekaligus mungkin kecewa, karena keinginannya untuk menyampaikan amplop karton persegi berwarna merah di tangan kanannya untuk winger Brasil Lucas Moura tak kesampaian.

Di dalam amplop itu berisi satu lembar surat dan satu lembar lagi adalah gambar karikatur Lucas. “Surat cinta untuk Lucas dan gambar ini aku bikin sendiri,” kata ABG berambut coklat dan mengenakan short jeans tersebut.

Bersama empat teman perempuan sebayanya, Carol berniat menyampaikannya saat Lucas bersama Brasil berlatih Centro de Capacitacao Fisica dos Bombeiros (CCFB). Tentu saja, keinginan gadis yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP di Brasilia itu sulit terkabul. Selain memang tidak ada agenda meet dan greet untuk fans, bus pemain Brasil langsung melaju kencang masuk ke dalam areal CCFB.

Mengabadikan foto pemain Brasil di dalam bus juga susah karena kacanya lunmayan gelap. Kondisi itu tak jauh berbeda pasca latihan. Samar-samar terlihat Oscar dan Jadson melambaikan tangan ke arah belasan fans yang meneriaki mereka. Tapi, tetap tidak ada kaca bus yang terbuka.

“Kecewa seh iya, tapi senang karena sudah melihat mereka dari dekat,” kata Marionna Couto, teman Carol, yang berstatus gibol newbie itu.

Selain Carol dan gengnya, ada pula Rodrigo Caetana bersama empat orang temannya yang menunggu kedatangan Thiago Silva dkk di pintu gerbang CCFB sejak pukul 13.30 atau hampir dua jam sebelum start latihan. Mereka membentangkan spanduk dua meter persegi berupa logo geng mereka yang dibumbuhi tulisan penyemangat.

Brasilia tidak memiliki klub sepak bola bagus (bermain di level kompetisi teratas Brasil, Red) untuk didukung sehingga kami selalu mendukung Brasil dan kami senang saat mereka akan bermain di sini,” kata Rodrigo, 21, yang paling tua di antara empat temannya itu.

Rodrigo yang kuliah jurusan ilmu perkapalan di UnB (University of Brasilia) itu tidak memungkiri bahwa Brasil harus berjuang keras untuk menjadi yang terbaik.

“Kami tidak terlalu yakin (Brasil) juara karena tim-tim dari Eropa seperti Spanyol dan Italia sangat tangguh,” sahut Rogerio Yamamaki, 18, teman Rodrigo yang juga kuliah di UnB tapi beda jurusan tersebut.

Di antara fans Brasil di CCFB, dua di antaranya adalah fans junior. Ada Kawai Henrique yang menenteng majalah berisi gambar-gambar pemain Brasil dan sebagian sudah dtandatangani.

Ditemani ayahnya, bocah 7 tahun itu sebelumnya juga terlihat di Brasilia Palace Hotel, tempat menginap pemain Brasil. Ada pula Sarah Raiany Santos, gadis 5 tahun yang menaiki kursi roda sembari ditemani ayahnya. Sarah datang jauh-jauh dari Porto Velho (ibu kota negara bagian Rondonia di sisi utara Brasil).

“Saya datang untuk (memberikan dukungan) kepada Neymar,” kata gadis berkacamata itu sembari menunjukkan sebuah jersey kombinasi biru tua dan muda bertuliskan nama Neymar plus tanda tangan yang diperolehnya saat menonton laga Neymar di Santos tahun lalu. (dns)