Darah Sembelihan jadi Obat Kutu Air

Melihat Mitos Dibalik Ibadah Kurban

PENYEMBELIHAN hewan kurban tak hanya menjadi ibadah bagi masyarakat muslim di Seluma. Lebih dari itu, berkurban dapat menunjukkan status dan kepedulian sosial yang tinggi. Tapi di balik itu, ada mitos penyembuhan penyakit kutu air yang diyakini dari darah hewan kurban yang disembelih. Bagaimana pengobatannya? berikut laporan wartawan Bengkulu Ekspress.

HERWAN SALEH, Seluma

SEJAK 10 Dzulhijah 1433 H atau 26 Oktober 2012 Jumat lalu hingga kemarin, warga di hampir setiap sudut desa di Seluma masih melakukan prosesi penyembelihan hewan kurban. Sebanyak 301 ekor sapi, 2 ekor kerbau dan 312 ekor kambing secara keseluruhan di Seluma disembelih pada hari raya Idul Adha.

Menjadi menarik perhatian, di sejumlah lokasi penyembelihan kurban, terdapat warga berebut ingin mendapat darah segar dari kurban yang disembelih.

Seperti di lokasi penyembelihan kurban di RT III Kelurahan Bungamas Kecamatan Seluma Timur. Seorang pejabat daerah, Wakil Ketua I DPRD Seluma Jonaidi Syahri BBA SSos berbaur bersama puluhan warga saat menyaksikan penyembelihan sapi kurban.

Jonaidi meminta kesempatan kepada panitia untuk dapat mencelupkan kedua kakinya ke genangan darah yang mengalir dari leher sapi itu.
Dengan adanya permintaan Jonaidi, sejumlah warga yang tadinya sudah akan mulai berebutan, menarik diri langsung mempersilahkan sang wakil rakyat lebih dahulu mencelupkan kaki.

Sekitar 2 menit Jonaidi merendamkan bagian tubuhnya sampai ke pergelangan kaki ke darah itu. Lantas, keunikan itu pun setelah digali dari Jonaidi sendiri dan sejumlah warga lainnya, ternyata merupakan pengobatan kutu air pada kaki.

”Kalau ada penyakit kaki yang pecah-pecah, sembuh dengan direndamkan ke darah kurban ini. Tapi entah bagaimana pandangan ilmiah dari sisi ilmu medisnya, yang pastinya dari dulu memang masyarakat percaya dapat menyembuhkan penyakit. Dan memang penyakitkan akan sembuh,” ungkap Jonaidi Syahri di lokasi penyembelihan kurban, Sabtu (27/10) lalu.

Sementara itu, diketahui penyakit kaki pecah-pecah biasanya merupakan jenis penyakit kulit kutu air. Penyakit ini biasa disebabkan oleh keadaan yang kotor disertai kelembaban udara yang tinggi. Kutu air akan lebih gampang lagi menjangkiti jika kaki yang sudah berpotensi terserang penyakit itu juga dalam keadaan kurang mendapat sirkulasi udara. (**)