Danrem Gamas 041/Bengkulu Libatkan Media Edukasi Masyarakat Tertib Protkes Covid-19

ist/BE
SINERGI: Komandan Korem 041/Garuda Emas, Brigjen TNI Yanuar Adil bersama para awak media dalam kegiatan coffe morning dan olahraga bersama insan media di Stadion Semarak Sawah Lebar Kota Bengkulu, Jum’at (18/9).

BENGKULU, BE – Komandan Korem (Danrem) 041/Gamas Bengkulu, Brigadir Jenderal (Brigjen) Yanuar Adil menegaskan, media pers dan TNI tidak bisa dipisahkan. Dua lembaga yang memiliki cara berbeda dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu, harus terus menjadi mitra. Maka kekompakan menjadi hal penting, untuk terus terbangun.
“Coffe morning dan olahraga sepak bola yang sudah kita gelar ini, kedepan bisa terus dilakukan. Tidak lain, untuk terus menjaga kemitraan,” terang Danrem saat sambutan dalam olahraga sepak bola bersama TNI dan Awak Media di Stadion Semarak Bengkulu, kemarin (18/9).
Danrem menegaskan, olahraga diambil sebagai langkah mempererat silahturahmi itu, juga untuk meningkatkan imunutas tubuh ditengah pendemi covid-19. Disamping itu, Danrem juga meminta peran media terus memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk meningkatan ketaatan protokol kesehatan covid-19. Terlebih saat ini juga sudah ada peraturan gubernur (pergub) terkait sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.
“Kita harus sedemikian rupa untuk berupaya menekan angka penyebaran covid-19. Maka peran awak media, untuk mensosialisasi protokol kesehatan menjadi penting dilakukan,” tambahnya.
Menurutnya, banyak masyarakat saat ini masih ada yang belum patuh penerapan protokol kesehatan. Bahkan dalam sidaknya ke pasar di Kota Bengkulu, masih banyak ditemukan, para pedagang tidak menggunakan masker.
“Ada yang pakai masker, tapi diturunkan. Ada juga yang tidak menggunakan masker. Kesadaran masyarakat ini harus kita bangun. Untuk menekan penyebaran wabah pendemi covid-19,” ujar Yanuar.
Apalagi saat ini, vaksi maupun obat untuk virus korona ini belum juga ditemukan. Ditambah lagi, penyebaran wabah covid-19 di Provinsi Bengkulu terus mengalami peningkatan. Jika tidak dicegah bersama, maka akan banyak masyarakat yang terpapar wabah pendemi ini.
“Saya sudah tanya dengan rekan saya yang kena virus ini. Batuk kering terjadi, nafas terus sesak. Belum lagi kesehatan lainnya juga berpengaruh. Untuk itu, jangan sampai kita terkena virus ini. Mari kita proteksi diri kita yang belum kena,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu, Sri Hartika MSi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh TNI dan awak media tersebut. Terlebih ditengah pendemi ini, kesehatan tubuh menjadi hal penting harus didapatkan.
“Kerjasama yang telah berjalan, antara pemerintah dan TNI, pemerintah dan awal media, TNI dan awak media, sangat dibutuhkan,” ujar Sri.
Terlebih untuk pembangunan di Provinsi Bengkulu, maka lembaga pemerintah, TNI dan pers menjadi penting.
“Kita pastikan ditengah masyarakat, pemerintah tetap membangun ditengah pendemi,” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu, Zacky Antoni SH MH mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang telah digelar saat ini.
“Wartawan itu mitra bagi pemerintah, TNI, Polri dan instansi lainnya. Terimakasih silahturahmi ini terus terjalin,” terang Zacky.
TNI dan wartawan itu memiliki perjuangan yang sama, untuk mempertahankan NKRI dan kesejahteraan masyarakat. Hanya saja, caranya berbeda. Jika TNI menggunakan senjata, maka Wartawan menggunakan pena untuk menyampaikan informasinya.
“Pers siap bersinergi dengan TNI dan pemerintah. Tentunya untuk mendorong kemajuan Bengkulu, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (151)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*