Dandim Bengkulu Utara Laporkan Warga Berkampanye Gunakan Kaos TNI


IST/BE
Salah satu Ketua Aliansi Masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) bernama Syaukani berkampanye dengan mengenakan baju kaos seragam TNI di media sosial dan menjadi viral.

ARGA MAKMUR, bengkuluekspress.com – Dengan beredarnya video bedurasi 1.05 detik yang dilakukan salah seorang yang mengaku sebagai salah satu Ketua Aliansi Masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) bernama Syaukani berkampanye dengan mengenakan baju kaos seragam TNI di media sosial (medsos). Akhirnya ditanggapi langsung Dandim 0423/BU, Letkol Inf Agung P Saksono SSos MSi.
Dandim menegaskan, bahwa pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.
“Ya, terkait dengan masalah ini sudah kita serahkan ke pihak berwenang,” kata Dandim saat ditemui awak media usai menjadi Irup upacara Hari Pahlawan, Selasa (10/11).

Dandim sangat menyayangkan, atas penggunaan atribut kaos loreng khas TNI untuk berkampanye. Karena ini jelas menimbulkan citra yang dapat merusak citra netralitas TNI. Dirinya pun menambahkan, hal ini ditakutkan, ada upaya-upaya yang menyeret institusi TNI agar tidak netral dalam pesta demokrasi ini.
“Sangat disayangkan dengan adanya hal ini dapat merusak citra kita selaku TNI terhadap netralitas dalam Pilkada ,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres BU, AKBP Anton Setyo Hartanto SIK MH membenarkan pihaknya telah menerima laporan yang dilayangkan jajaran Kodim 0423/BU.
“Sudah kita terima laporan tersebut, dan akan kita segera proses untuk mendalami kasus ini. Kendati laporan tersebut dari Kodim 0423/BU tidak perlakuan khusus, kita menerima setiap laporan dari masyarakt,” terangnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi dikediamnannya Ketua Relawan Demokrasi Kolom Kosong, Dedy Syafroni menyikapi terkait dengan penggunaan atribut TNI oleh salah satu simpatisannya.
Menurutnya ini bukan faktor kesengajaan, namun karena simpatisan yang mendukung kolom kosong di Pilkada BU berasal dari berbagai kalangan. Dedi pun atas nama pribadi dan selaku ketua relawan kolom kosong meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian. Ia pun berharap polemik ini menjadi pembelajaran bagi semua untuk dapat lebih berhati-hati dalam mensosialisasikan kolom kosong kepada masyarakat.
“Atas nama pribadi dan ketua relawan kolom kosong saya meminta maaf kepada seluruh jajaran TNI, atas apa yang terjadi, karena ini merupakan faktor tidak kesengajaan,” ungkapnya.

Ketika disinggung dengan telah dilapornya salah satu simpatisnya ke pihak berwenang, Dedi pun menuturkan, tetap mendampingi. Karena ini merupakan simpatisan dan mereka adalah rakyat apapun latar belakangnya.
“Jelas pasti kita akan dampingi, karena hal ini sudah masuk di ranah hukum,” pungkasnya.(127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*