Dandim 0425/Seluma: Gugus Tugas, Jangan Saling Lempar

Rapat tim gugus tugas di ruang rapat bupati Seluma.

TAIS, bengkuluekspress.com – Rapat tim gugus tugas Pemda Seluma kemarin diwarnai dengan saling lempar tanggung jawab dan fungsi tugas masing-masing OPD yang ada. Hal ini disampaikan langsung oleh Dandim 0425/Seluma Letkol Czi Agus Martahan Limbong. Pasalnya saat ini, terus bertambah penderita Covid-19 di tenaga kesehatan serta minimnya kesadaran warga akan mengikuti protokoler kesehatan dalam penanganan Covid-19.

“Tidak usah jauh jauh, kita saja yang ada di ruangan ini tidak ada mengikuti protokoler kesehatan. Seperti kita masuk ruangan ini, tidak diperiksa suhu tubuh dan menyediakan hand sanitizer,” tegasnya.

Ditambahkan, gugus tugas ini juga seharusnya didukung dengan anggaran serta memberikan pemahaman mendalam kepada warga.

“Saat ini bukan waktunya saling menyalahkan dalam mengimplementasikan keramaian. Melainkan setiap OPD harus bekerjasama dan berperan pada setiap keramaian, termasuk izin keramaian,” imbuhnya.

Selain itu juga, tim gugus tugas ini harus intens dalam melakukan kegiatan yang lebih mengingatkan warga. Serta memantau kegiatan yang mengundang masyarakat ramai.

Sementara itu, Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH menerangkan, ke depan tim gugus tugas akan bertindak dan setiap kegiatan yang mengundang keramaian harus mengacu pada Perbup. Termasuk membatasi keramaian dalam hajatan, serta penerapan sanksi denda dan bergotong royong.

“Jadi kita kembali menyatukan niat untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Serta saya inginkan BPKD bisa mencarikan anggaran untuk Covid-19 untuk tim,” ujarnya.

Sementara itu, anggaran yang masih tersedia untuk Covid-19 sebesar Rp 1 M, setelah dialokasikan Rp 11,6 miliar untuk penanganan dan pencegahan dan penanganan Covid-19, sudah masuk dalam Dana Tidak Terduga (DTT).

Anggaran tersebut rencananya akan dialokasikan untuk anggaran tim gugus yang akan memantau setiap acara maupun pesta pernikahan di seluruh wilayah Kabupaten Seluma. Anggaran DTT yang tersedia saat ini sebesar Rp 1 miliar saja, sehingga rencananya anggaran tersebut akan dialokasikan untuk kegiatan pencegahan Covid-19.

“Anggaran itu memang dicadangkan untuk penanganan Covid-19, namun kemungkinan masih kurang. Nanti akan dibahas dulu bersama TAPD dan Banggar DPRD,” sampainya.

Kepada wartawan bupati menjelaskan, selain anggaran DTT, yang tersedia saat ini juga ada anggaran dari Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 9,4 miliar. Anggaran DID tersebut memang diperuntukkan untuk penanganan Covid-19, termasuk untuk penanganan dampak ekonomi bagi masyarakat terdampak Covid-19.

“Jadi memang anggarannya untuk Covid. Jika memang nanti akan dipergunakan untuk sosialisasi atau penanganan Covid, masih bisa dimungkinkan,” jelasnya.

Sementara itu juga, untuk operasional RSUD Tais sendiri, tetap akan tutup sementara hingga hasil swab keluar Jumat mendatang. Namun jika masih terdapat positif Covid-19, maka akan tetap ditutup sementara waktu. Jika tidak, Senin mendatang pelayanan sudah kembali dibuka. Sedangkan sementara ini, warga yang hendak berobat maka dialihkan ke Puskesmas perawatan. (jef)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*