Dandang Tradisional di Tengah Gerusan Zaman


Sugiasta/BE
Pengrajin Alumunium Siroj, Salah Satu Pengrajin Alumunium Yang Masih Membuat Dandang Tradisional

BENGKULU, BE – Dahulu dandang merupakan peralatan dapur yang wajib dimiliki oleh setiap rumah tangga. Selain berfungsi sebagai tempat menanak nasi dandang tradisional juga digunakan untuk mengkukus kue.
Perkembangan zaman yang semakin modern membuat masyarakat perlahan mulai meninggalkan dandang tradisional dan beralih kepada alat kukus yang lebih modern Seperti Rice Cooker dan mesin kukus elektronik.
Pengrajin alumunium siroj merupakan salah satu pengrajin alumunium yang masih setia membuat dandang Tradisional. Beralamatkan dijalan Manggis kelurahan panorama kecamatan singgaran pati kota Bengkulu.
Nari (56) pemilik Pengrajin Alumunium Siroj saat diwawancarai BE Jumat (19/2) mengatakan bahwa dia sudah memulai usaha sebagai pengrajin alumunium sejak tahun 1980 dan hingga saat ini masih setia untuk membuat dandang tradisional. Diakui olehnya bahwa perkembangan zaman membuat banyak orang mulai meninggalkan dandang tradisional.


“Sekarang yang nyari dandang nggak sebanyak dulu lagi mungkin karena perkembangan zaman” ungkapnya.
Saat ini kebanyakan masyaraat yang mecari dandang tradisional adalah masyarakat perdesaan terutama petani. Ini dikarenkan masyarakat desa masih melestarikan budaya masak bersama terutama saat mengadakan pesata. Sehingga banyak sedikit penghasilan Nari sangat tergantung pada ekonomi masyarakat desa terutama petani. “Kalau pendapatan perkapita petani tinggi maka makin banyak yang pesan dandang tradisional disini” ucapnya.
Walaupun peminat dandang tradisional tidak sebanyak dalu tetapi Nari mengaku masih bisa menghasilkan Rp 6-7 juta dalam satu bulan. Bahkan jika saat harga komoditas petani seperti karet dan sawit tiggi nari bisa meraup keutungan hingga Rp 5 juta per hari. “Banyak sedikit penghasilan tergantung pada banyak sedikit masyarakat yang pesan dandang kita,” katanya
Selain menjual dandang tradisional Nari juga memproduksi cetakan kue dan tulisan dari alumunium. Nari juga membuka layanan service untuk semua peralatan yang terbuat dari alumunium.
Umtuk cetakan kue Nari menghargainya Rp 5 ribu per buah sedangakan untuk dandang dihargai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 Juta. “Harganya tergantung pesanan dan kwalitas bahan” pungkasnya (MG-11)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*